KAMPUNGBERITA.ID-Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bersama Pemkot Surabaya melakukan pengosongan 11 persil bangunan di wilayah Kelurahan Tambak Sarioso, Selasa (20/9/2022). Pelaksanaan pengosongan lahan itu di kerjakan selama dua hari, 20-21 September 2022.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pemanfaatan Infrastruktur DSDABM Kota Surabaya, Indah Nur Hayati mengatakan, pengosongan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat penetapan eksekusi PN Surabaya 9 Februari 2022 yang sudah berkekuatan hukum tetap. Persil tersebut akan di pakai pembangunan rumah pompa Kandangan dan normalisasi saluran Kandangan.
“Total yang di eksekusi hari ini sesuai dengan surat putusan penetapan eksekusi PN Surabaya Itu ada 11 persil di Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo,” ujar Indah.
Indah melanjutkan, dari 11 persil, dua di antaranya sudah di kosongkan sendiri oleh pemiliknya. Sedangkan sembilan persil lainnya di lakukan pengosongan lahan mulai hari ini. “Yang dua persil itu sudah mengambil ganti rugi dan dikosongkan sendiri. Sedangkan yang sembilan persil lainnya akan kami fasilitasi rusunawa di Romokalisari karena masih konsinyasi di Pengadilan Negeri,” ujar Indah.
Lebih jauh, Indah menjelaskan, di Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo ada tujuh persil yang saat ini juga sedang proses konsinyasi di PN Surabaya. Nantinya, lahan-lahan yang dikosongkan di wilayah Kecamatan Benowo itu akan di gunakan untuk normalisasi saluran Kandangan.
“Lebar lahan yang kita bongkar saat ini di Tambak Sarioso sekitar 35- 40 meter. Di sesuaikan dengan detail engineering design (DED) dengan eksisting yang ada terlebih dahulu untuk di gunakan rumah pompa,”ungkap dia.
Proses pengosongan lahan sempat terjadi adu mulut antara warga dengan petugas kepolisian yang mengamankan lokasi. Meskipun begitu, pada saat pengosongan lahan di Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo berlangsung damai.
Lurah Tambak Sarioso, City Mangezong Negeri Pertiwi mengatakan, hal ini di sebabkan karena ada sembilan penghuni persil yang saat ini sedang proses konsinyasi di PN Surabaya.
City menjelaskan, kepada warganya itu untuk tidak terlalu khawatir telantar, karena pemkot akan memfasilitasi rusunawa di Romokalisari.
“Kami tidak bisa mencegah dan mengolor proses pengosongan lahan, karena itu sudah keputusan dari PN Surabaya, meskipun itu berat,” pungkas dia. KBID-BE