
KAMPUNGBERITA.ID – Inovasi pengelolaan sampah di Kota Malang diakui Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI (KLHK-RI). Sebagai ujud kepercayaan, Sekkota Malang, Wasto didaulat untuk menjadi pembicara dalam talkshow di KLHK.
Wasto, saat membagikan pengalamannya menuturkan, setiap hari sampah yang dihasilkan mencapai 659,88 ton. Belum lagi sampah warga pendatang mencapai 1 juta orang.
Pemkot mengajarkan warga untuk memilah sampah dalam 3R (Reduce, Recycle, Reuse). “Terpilah 35 persennya sampah an organik, dan 65 persennya sampah organik,” jelas Wasto.
Agar sampah memiliki nilai ekonomi, Pemkot mensosialisasikan pada masyarakat, setiap pembayaran bisa pakai sampah. Satu contoh bayar sekolah dengan sampah, bayar listrik, dan banyak lagi pembayaran lainnya. Hasilnya, sudah 30 ribu orang tergabung dalam BSM dengan omzet Rp 300 juta per bulan.
“Sejak beroperasional tahun 2011 lalu, BSM juga melayani nasabah luar kota semisal Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Blitar,”pungkasnya. KBID-MLG

