KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Capaian Vaksin Pelajar dan Pendidik Rendah, Fraksi PSI Desak Pemkot Lakukan Percepatan Vaksinasi

PSI
Tjutjuk Supariono.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Pemkot Surabaya sudah melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta, Senin (6/9/2021). Meski begitu, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono menyoroti rendahnya capaian vaksin untuk pelajar dan pendidik.

Menurut dia, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpandangan bahwa vaksinasi untuk pelajar dan pendidik perlu diprioritaskan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penerima vaksin pertama untuk remaja usia 12-17 tahun di Surabaya adalah 76.934 jiwa atau 17,94 persen dari target provinsi. Sementara untuk penerima vaksin kedua 58.646 jiwa atau 13,67 persen dari target provinsi. Kemudian, penerima vaksin pertama untuk pendidik di Surabaya sebesar 53.408 jiwa atau 33,28 persen dari target provinsi, sedangkan untuk penerima vaksin kedua adalah 47.902 jiwa atau 13,67 persen dari target provinsi.

“Merujuk dari data Kemenkes ini, maka saya mendorong Pemkot Surabaya untuk sesegera mungkin melaksanakan percepatan vaksinasi bagi pelajar dan juga pendidik di Surabaya, ” tandas Tjutjuk Supariono yang juga ketua Fraksi PSI ini.

Lebih jauh, dia mengatakan, seluruh sekolah yang melaksanakan PTM hari ini sudah melaksanakan serangkaian simulasi PTM dan telah lolos assessment. Meski begitu, penerimaan vaksin untuk pelajar dan pendidik yang masih sangat minim ini juga perlu segera dimaksimalkan untuk mensukseskan pencapaian herd immunity yang ditargetkan pemkot akan tercapai pada bulan ini.

“Memang capaian vaksin ini belum maksimal karena terbatasnya dosis vaksin di Kota Surabaya. Apabila dosis vaksin sudah tersedia, saya berharap pelaksanaan vaksin khusus untuk pelajar dan pendidik ini dapat dilakukan di sekolah masing-masing untuk menghindari kerumunan. Sehingga, mereka tidak perlu untuk datang ke puskesmas atau ke kecamatan dan tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa,” ujar Tjutjuk.

Dengan pelaksanaan PTM ini, Tjutjuk berharap proses pendidikan di Kota Surabaya yang sempat terhambat karena pandemi Covid-19 ini dapat terlaksana dengan baik. Tidak lupa, dia juga mengingatkan setiap sekolah untuk tidak abai dalam menegakkan protokol kesehatan. KBID-BE

Related posts

Musim Penghujan, Wawali Whisnu Minta Masyarakat Jaga Kesehatan

RedaksiKBID

Menantu Lily Wahid Dilantik jadi Ketua MPI Jatim

RedaksiKBID

Dukung Polda Jatim, MUI Minta Kasus Prostitusi Online Diungkap Semua

RedaksiKBID