
KAMPUNGBERITA.ID-Target PDI-P tetap menjadi partai nomor satu di Surabaya dan mencetak kemenangan hattrick pada Pemilu 2024, tercapai.
Hanya saja kemenangan secara spektakuler seperti yang didengung-dengungkan selama ini, tidak terjadi. Meski menang, tapi kondisi PDI-P lagi nyungsep alias babak belur.
Jika dibandingkan Pemilu 2019, perolehan suara PDI-P turun signifikan. Kala itu, PDI-P meraih 418.872 suara. Tapi perolehan suara tersebut gagal dipertahankan.
Lantaran pada Pemilu 2024, PDI-P hanya mampu meraih 336.698 suara. Artinya ada penurunan 82.174 suara.
Yang menyakitkan, PDI-P juga harus kehilangan empat kursi di DPRD Kota Surabaya. Kalau pada Pileg 2019 mendapatkan 15 kursi, tapi pada Pileg 2024 hanya meraih 11 kursi.
Kondisi ini diperparah dengan kegagalan PDI-P Surabaya memenangkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD di ajang Pilpres 2024. Di kandang banteng ini, calon yang diusung PDI-P tersebut justru kalah telak.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, Ganjar-Mahfud memperoleh 371.346 suara, Anies- Muhaimin 289.919 suara, dan Prabowo Gibran 992.304 suara.
Lantas apa pertanggungjawaban DPC PDI-P Surabaya atas kegagalan ini? Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya Adi Sutarwijono ketika dikonfirmasi, Senin (18/3/2024), tampak tergagap.
“Pertanggungjawaban apa? Ya, semua nanti akan kami laporkan di forum-forum partai. Yang jelas, kami akan melakukan evaluasi pimpinan-pimpinan atas hasil Pemilu 2024 ini,”ungkap dia.
Meski demikian, Adi, panggilan Adi Sutarwijono menyatakan, salah satu yang cukup membanggakan bahwa simpatisan, relawan, dan seluruh jaringan PDI-P mulai level DPC hingga anak ranting seluruh Kota Surabaya kemarin all-out bekerja untuk pemenangan Ganjar-Mahfud.
Tapi kemudian, lanjut dia, gelombang politik cukup deras menggerus suara PDI-P. Namun begitu, meski suara PDI-P turun, namun jika masih bisa mempertahankan kursi di DPRD Kota Surabaya, Kendari hanya 11 kursi. Padahal target sebelumnya 25 kursi.
“Bisa memenangkan pileg itu suatu hal yang membanggakan bagi teman-teman sekalian. Ini tetap akan menjadi dorongan bagi kami untuk terus berjuang demi masyarakat Kota Surabaya, “tandas dia.
Adi yang mantan jurnalis ini juga mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah memberikan kepercayaan dan mandat kepada PDI-P. KBID-BE

