KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

DPC Gelar Rapat Tertutup dengan Anggota Fraksi PDI-P, Apakah Ketua DPRD Kota Surabaya Dikocok Ulang? Ini Penjelasannya…

 

Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan M Batara Goa melakukan rapat koordinasi dengan anggota fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya pasca pencopotan Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID
Pasca ditunjuk menjadi Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan M Batara Goa langsung tancap gas melakukan rapat konsolidasi untuk memperbaiki kinerja partai dan penguatan soliditas internal.

Setelah menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pengurus DPC PDI-P Kota Surabaya pada Minggu (4/5/2025), tiba-tiba Yordan Batara Goa mengumpulkan semua anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya di ruang fraksi, Senin (5/5/2025) siang. Rapat tertutup selama satu jam lebih ini menimbulkan berbagai spekulasi dan tanda tanya besar, ada apa? Apakah Ketua DPRD Kota Surabaya akan dikocok ulang?

Yordan yang dikonfirmasi usai rapat dengan anggota Fraksi PDI-P menegaskan, tidak ada kocok ulang. Jadi, meski sudah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, namun Adi Sutarwijono tetap menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Kami pastikan tidak ada kocok ulang atau perubahan. Ketua DPRD Kota Surabaya tetap Mas Adi Sutarwijono,” ujar dia.

Seperti disampaikan kemarin, kata Yordan yang juga anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, kecuali yang bersangkutan (Adi Sutarwijono) mundur atau melakukan kesalahan atau pelanggaran terkait dengan kinerjanya sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Lha itu hal yang lain lagi. Tapi sejauh ini tidak ada (pelanggaran). Mas Adi Sutarwijono tetap menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya,” tegas dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, dirinya berkunjung sekaligus mengadakan rapat bersama antara DPC PDI-P Kota Surabaya dengan Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, adalah untuk memastikan bahwa teman-teman anggota fraksi tetap kompak dan solid.

“Kami senang karena hampir semua anggota fraksi bisa hadir, termasuk Pak Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya juga hadir,” ujar Yordan.

Dia mengatakan, rapat tersebut membahas beberapa hal yang intinya bagaimana fraksi ini solid dan bisa bersinergi dengan DPC PDI-P Kota Surabaya. Selain itu, fraksi ini benar-benar bisa responsif dalam menyikapi persoalan-persoalan masyarakat dan mencarikan solusi atas problem tersebut.

Bagaimana caranya? Yordan menyebut bahwa strategi komunikasi antar anggota akan ditingkatkan. Selain pertemuan rutin, juga akan dimaksimalkan penggunaan media komunikasi daring seperti grup WhatsApp (WA) untuk mempercepat koordinasi.

“Dengan adanya grup WA, maka komunikasi bisa cepat, bisa responsif, dan kalau ada masalah bisa segera dicarikan solusinya,” ungkap dia.

Terkait dampak pergantian ketua DPC terhadap kinerja fraksi, Yordan mengaku tidak ada. Dia berpikir kinerja fraksi justru akan semakin baik. Karena akan lebih fokus pada tugas masing-masing.

“Mas Adi Sutarwijono bisa lebih konsentrasi menjalankan tugasnya sebagai ketua DPRD, bisa bersinergi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Saya pikir ini justru lebih baik, lebih efektif,” beber Yordan seraya menambahkan tak ada perubahan di struktur fraksi, kecuali Achmad Hidayat yang digantikan Wimbo Ernanto (Wakil Ketua DPC PDI-P Surabaya Bidang Pemenangan Pemilu) sebagai tenaga ahli fraksi.

Untuk itu, Yordan berharap Fraksi PDI-P benar-benar solid dan kinerjanya bisa optimal. Apalagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji juga dari PDI-P, sehingga diharapkan bisa mengawal program-program Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari kader PDI-P tersebut. Dengan demikian, sinergi antara legislatif dan eksekutif tersebut bisa membuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Kota Surabaya bisa lebih cepat.

Soal masa tugasnya sebagai Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan berdasarkan Surat Keputusan DPP PDI-P selama tiga bulan ke depan dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan partai.

“Mungkin dalam tempo tiga bulan itu sudah ada pergantian pengurus definitif. Tugas kami hanya meletakkan dasar-dasar yang kuat dan baik, agar siapapun yang jadi pengurus pada periode berikutnya lebih mulus, mantap, dan gaspol, ” tambah dia.

Tapi soal kandidat ketua definitif DPC PDI-P Surabaya, Yordan enggan berspekulasi. Dia justru mempersilakan menanyakan kepada teman-teman yang lain.

“Saya sendiri fokus untuk masa transisi ini agar berjalan baik. Karena saya juga merangkap jabatan, yakni pengurus DPD PDI-P Jatim dan juga menjadi Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya. Artinya, kita hanya fokus bagaimana kepengurusan ke depan, siapapun dia, bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” tandas Yordan.

Terkait dampak psikologis terkait pergantian kepemimpinan DPC PDI-P Surabaya ini,
Yordan menyampaikan kalau dirinya enggak ada masalah, mengingat mereka ini (pengurus DPC) adalah teman-temannya. Apalagi saat menjadi anggota DPRD Jatim, dirinya yang berangkat dari Dapil Surabaya juga bersinergi dengan semua anggota fraksi, DPC, PAC dan ranting waktu Pileg dan Pilkada 2024.

“Kita juga sudah berkomunikasi dengan Mas Adi Sutarwiyono dan ia sudah membuat surat pernyataan kalau legowo menerima keputusan DPP tersebut. Kami juga senang dengan hal itu. Ini menunjukkan kader partai harus siap mengemban jabatan apapun, siap ditugaskan. Tapi juga harus siap tidak ditugaskan,”tutur dia.

Menanggapi komentar pengamat politik yang menyatakan bahwa pergantian Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya akan menguntungkan Partai Gerindra dan Partai Golkar, Yordan menyatakan, bahwa setiap partai ada dinamikanya, pasti ada pro kontra. Tapi kalau PDI-P, dirinya optimistis pro kontra ini justru akan memperkuat soliditas PDI-P.

“Saya kira enggak ya. Justru kami yakin PDI-P semakin solid. Toh, Mas Adi Sutarwijono masih tetap ikut rapat, tetap bersinergi. Saya kira, PDI-P akan lebih baik ke depannya,”pungkas dia.KBID-BE

Related posts

Komisi B Dukung Pemkot Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Gresikan, Direlokasi ke Pasar Tambahrejo

Baud Efendi

Dua Hari Tak Keluar Rumah, Warga Pondok Jati Ditemukan Meninggal

RedaksiKBID

Sadis, Pasangan Suami Istri Bunuh Wanita Tua dengan 22 Tusukan

RedaksiKBID