KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Elektabilitas Tinggi, Jokowi Bisa Pengaruhi Pilgub Jatim

Airlangga Pribadi

KAMPUNGBERITA.ID – Direktur The Initiative Institute, Airlangga Pribadi Kusman menilai suksesi kepemimpinan di Jatim bisa dipengaruhi kondisi politik di pusat. Dia menyontohkan, pengaruh Jokowi atau Jokowi Effect akan berpengaruh pada Pilgub Jatim.

“Jokowi Effect sangat berpengaruh pada Pilgub Jatim. Terbukti, kandidat yang mengerucut pada kubu Khofifah dan Gus Ipul sama-sama mengidentifikasikan sebagai representasi Jokowi. Dengan begitu, mereka berharap bisa mendapat simpati masyarakat yang pro Jokowi di Jawa Timur,” ujar Airlangga.

Doktor ilmu politik dari Murdoch University, Australia ini membeberkan dari hasil survei yang dilakukan lembaganya elektabilitas Jokowi sudah mencapai angka 72 persen. Itu menandakan Jokowi saat ini berada di atas angin. Karena itu, tingkat kesukaan dan kepuasaan publik terhadap dirinya sangat tinggi.

Trend positif publik terhadap Jokowi tentunya juga ditangkap kubu kandidat calon. Karena itu sangat wajar kalau kubu Khofifah maupun Gus Ipul yang sudah memastikan diri berpasangan dengan Azwar Anas juga menangkap fakta tersebut.

“Baik kubu Khofifah maupun Gus Ipul sama-sama didukung partai pro pemerintah. Di kubu Khofifah ada Golkar, NasDem, Hanura dan PPP. Sementara di kubu Gus Ipul ada PDI Perjuangan dan PKB. Semuanya representasi partai pendukung Jokowi,” beber akademisi Unair tersebut.

Terpisah, Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Surokim Abdussalam menilai Soekarwo Effect juga akan berpengaruh pada Pilgub Jatim. Pasalnya, sosok Soekarwo akan menentukan efektivitas dukungan Partai Demokrat kepada Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. Soekarwo yang dianggap figur dari Mataraman dianggap akan mampu memobilisasi dukungan di grass root.

“Efektivitas dukungan demokrat kepada Khofifah sangat tergantung pakde Karwo. Jika Pakde mau gerak dan memberi dukungan riil minimal basis mataraman atas mulai dari Madiun, Magetan, Ngawi hingga Nganjuk akan bisa memberi sumbangan signifikan,” kata dia.

Menurut Surokim, tantangan Khofifah memang menggaet suara kader Demokrat yang sebagaian besar bukan pemilih loyal. Diperlukan tokoh yang berpengaruh di partai itu untuk mentransformasikan dukungan grass root kepada Khofifah dalam Pilgub Jatim.

“Pemilih demokrat itu relatif cair dengan tingkat loyalitas ideologinya rendah dan faktor tokoh masih dominan sehingga pemilih Demokrat gampang menjadi swing voters, ini yang membuat dukungan Demokrat patut waspada dan harus hati hati,” kata dia. KBID-DAY

Related posts

Alumni Santri NU Jawa Timur Pertanyakan Seruan Wajib Dukung KIP

RedaksiKBID

Wawali Whisnu Minta PDPS Jalankan Protokol Pencegahan Covid-19 di Seluruh Pasar Tradisional

RedaksiKBID

Kopdarwil PSI Jatim 2021, Ajang Persiapan Verifikasi Faktual dan Pencalegan

RedaksiKBID