
KAMPUNGBERITA.ID – Uang tunai sebanyak Rp 30 miliar ikut hanyut dan kini berserakan di perairan Selayar, Bira, Sulawesi Selatan, usai KM Lestari Maju karam di perairan tersebut. Sebelumnya, uang yang sedianya untuk membayar gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut ikut tenggelam bersama mobil box yang membawanya.
Kepala Divisi Treasury BPD Sulsel Irmayanti Sultan membenarkan adanya uang dalam jumlah besar yang ikut dalam pelayaran kapal feri menuju Kabupaten kepulauan Selayar yang tenggelam itu.
Menurutnya, uang Rp 30 miliar diangkut melalui mobil boks. Kendaraan itu mendapat pengawalan dua orang polisi, satu orang sekuriti, satu orang pegawai BPD Sulsel serta sopir.
Irma menyatakan uang Rp 30 miliar itu seharusnya digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya bagi para aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kepulauan Selayar.
“Uang itu untuk digunakan oleh teman-teman pegawai Pemkab Selayar. Uangnya untuk membayarkan gaji pegawai dan lain-lain,” katanya.
Menurut Irma kejadian yang terjadi di perairan Selayar itu baru diketahuinya beberapa jam kemudian. Tidak adanya sambungan layanan telepon di tengah lautan membuat informasinya lambat diterima.
Dia menerangkan kabar tenggelamnya uang Rp 30 miliar tersebut juga diketahui setelah polisi dan pegawai yang ikut dalam pengawalan pengiriman memberikan kabar. Mereka menginformasikan hal tersebut setelah dievakuasi oleh tim SAR.
Kapal itu mengalami masalah sekitar pukul 13.40 WITA berupa kerusakan mesin di lambung kiri. Akibatnya, air masuk dek lantai bawah. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan laut itu.
Kapal Motor Lestari Maju tenggelam ketika sudah hampir mencapai Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal mengalami naas di dekat sebuah pulau dan pantai di Desa Bungayya, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hingga malam ini tim gabungan dari BPBD Sulsel, SAR, Polair, dan Pemda Kabupaten Bulukumba dan Kepulauan Selayar melakukan evakuasi penumpang yang terapung-apung di laut lepas. Sebagian disinyalir tenggelam karena tidak mendapatkan pelampung.
Kapal itu memiliki kapasitas angkut 250 penumpang dan 40 mobil. Data manifes kapal feri itu tercatat 120 penumpang turun di Pelabuhan Bira dan 139 orang penumpang naik kapal menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar. KBID-NAK

