
KAMPUNGBERITA.ID – Kasus percobaan penculikan di Desa Siwalanpanji, Buduran, masih belum teruangkap. Polisi menemui kendala dalam melakukan pengusutan lantaran keterangan korban yang minim.
Kapolsek Buduran Kompol Sudjut menuturkan, pihaknya sudah meminta penjelasan tambahan dari dua saksi. Mereka adalah warga yang mengantar korban pulang ke rumah dan ketua RT.
Dalam perkara itu yang menjadi pelapor adalah ibu korban. Yakni, Siti Lisa Kholisah. Namun, keterangannya kepada penyidik tidak terlalu banyak. “Hanya diperiksa sebentar,” cetusnya
Sudjut meminta perempuan 35 tahun itu untuk fokus mengembalikan kondisi psikis anaknya. Menghilangkan trauma BKF. Dengan begitu, petugas bisa lebih punya banyak petunjuk. “Hanya korban yang tahu dengan pasti kejadiannya,” ujarnya.
Informasi dari warga yang menolong korban, kata Sudjut, belum terlalu jelas. Dia mengaku melihat korban berlari. BKF, perempuan 11 tahun yang nyaris diculik itu mendadak mendatanginya. “Lokasinya di Desa Prasung, Buduran,” katanya.
BKF kemudian ditanya. Dengan sesenggukan, siswa kelas V tersebut mengatakan dia nyaris diculik. “Tapi, pelakunya sudah tidak terlihat,” jelasnya. Karena kasihan, BKF pun diantar pulang.
BKF nyaris menjadi korban penculikan Rabu (25/7). Dia dicegat pelaku saat pulang mengaji. Di tengah perjalanan korban melawan. Dia berlari kencang ketika pelaku lengah. BKF kemudian ditolong oleh warga sekitar. KBID-TUR

