KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Kemenhub Bantu 104 Bus untuk Transportasi di Surabaya, Dewan Minta Pemkot Rekrut Sopir Angkot

DPRD Surabaya
Imam Syafii.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – DPRD Surabaya punya keinginan besar agar Surabaya memiliki transportasi massal. Setelah menunggu bertahun -tahun, akhirnya keinginan itu terealisasi. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI sudah memberikan bantuan 104 armada kepada Pemkot Surabaya pada akhir tahun 2021 lalu.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i menyatakan Surabaya memang butuh angkutan massal yang aman,nyaman, cepat, dan murah. “Ya mudah-mudahan dengan adanya bantuan bus dari Kemenhub ini bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di Surabaya,” ujar dia.

Selama ini, kata dia, Surabaya belum memiliki transportasi massal. Jika toh ada Bus Suroboyo, tapi keberadaan bus tersebut bukan untuk mengatasi kemacetan, namun bus tersebut lebih banyak dimanfaatkan warga Surabaya untuk kepentingan rekreasi atau jalan-jalan keliling kota.

Untuk itu, Imam Syafi’i mengajak kepada seluruh warga Surabaya untuk menggunakan transportasi massal karena untuk mengurangi kemacetan dan polusi.

Dengan adanya bantuan 104 armada dari Kemenhub, lantas bagaimana nasib angkutan kota (angkot) di Surabaya? Politisi Partai NasDem ini menegaskan, secara tidak langsung angkot akan terkena dampak dengan kehadiran 104 armada yang akan melayani enam koridor, yaitu koridor 1 (Terminal Purabaya – Tanjung Perak via Jalan Raya Darmo), koridor 2 ( Jalan Raya Lidah Wetan- Karangmenjangan-ITS), koridor 3 (Terminal Purabaya-Kenjeran via MERR), koridor 4 (GBT-Unesa-Mastrip), koridor 5 (Terminal Benowo-Tunjungan), dan koridor 6 (Terminal Purabaya- Kampus C Unair).

Untuk itu, lanjut Imam, pihaknya ingin agar komitmen Pemkot yang disampaikan ke DPRD itu diwujudkan. Yakni, sopir-sopir angkot itu diprioritaskan untuk menjadi sopir dan kernet bus.

Soal bagaimana misalnya mereka belum punya SIM B1 umum, ya pihaknya mendorong pemkot untuk memfasilitasi itu. Mulai kursus mengemudinya hingga memperoleh SIM. “Sehingga betul-betul di satu sisi angkutan massal yang kita impikan itu terlaksana dengan baik, tapi di sisi lain tidak mematikan mata pencarian sopir-sopir angkot yang akan tergusur oleh keberadaan bus-bus baru tersebut, “ungkap mantan jurnalis ini.KBID-PAR

Related posts

Pemkab Mojokerto Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-71, Hari Nusantara dan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019

RedaksiKBID

Bahas APBD-P Surabaya 2022, DPRD Surabaya Gunakan Tata Tertib Baru

RedaksiKBID

Jelang UNBK, 12 Laptop MTs Al Hikmah Lamongan Dicuri

RedaksiKBID