
KAMPUNGBERITA.ID – Identitas mayat yang terpanggang di sawah jagung milik Tegas warga Dusun Mayangsari, Desa Gunungsari, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap.
Korban bernama Eko Yuswanto (32) seorang pengusaha rongsokan warga Dusun Temenggungan, RT 2 RW 5, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono saat dikonfirmasi menjelaskan jika pihaknya mendapat identitas korban dari tim Labfor Polda Jatim. Usai mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mecari keberadaan istri korban dan langsung didatangkan ke RS Bhayangkara untuk mengenali korban secara langsung pada Senin (13/5) malam.
“lstri korban sudah kami datangkan untuk mengenali di RS Bhayangkara. Hasil pencocokan identitas yang diperoleh tim labfor dikuatkan istri korban yang melihat Iangsung jenazah,” terangnya.
Rencananya hari ini istri dan dua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA.
Sementara itu terpisah, kakak Ipar korban Hidayatik (32) menjelaskan, Eko Yuswanto merupakan pengusaha rongsokan skala kecil. Dia mengambil rongsokan dengan pikap ke sejumlah daerah untuk dipilah di rumahnya. Saat ini Eko mempunyai 4 orang tenaga pilah di rumahnya.
Hidayatik membenarkan kemarin malam polisi menjemput istri korban untuk diajak ke RS Bhayangkara Polda Jatim. “Cerita istrinya dia mengenali Eko dari giginya yang gingsul, alis sebelah kiri ada bekas luka dan kumis korban,” terangnya.
Hidayatik membenarkan jika pada pagi sekitar pukul 06.30 WIB, istri dan kedua anak korban kembali ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. “Kepolda ditemani oleh Bapak Kepala Dusun Temenggungan,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Partono (58) di sawah tempat ia bekerja pada Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB.
Buruh tani ini menerangkan jika saat itu dirinya sedang bekerja menanam jagung (gejik jagung). Mendadak dirinya mencium bau gosong dan setelah dicari ternyata ada mayat yang terbakar.
Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan. Jaraknya hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Setelah itu temuan tersebut dilaporkan ke Polisi. Korban diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Sedikitnya polisi sudah mengantongi dua nama yang terindikasi sebagai pelaku.KBID-FFA

