KampungBerita.id
Headline Peristiwa Teranyar

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online di Bojonegoro

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menunjukkan daftar perempuan yang kerap ditawarkan mucikari Yuliatin.

KAMPUNGBERITA.ID – Kasus penangkapan artis yang terlibat praktik prostitusi online di Surabaya, juga merambah ke daerah-daerah. Salah satunya Bojonegoro. Setelah publik beberapa hari kemarin digemparkan dengan penangkapan dua orang artis nasional oleh Subdit V Cyber Krimsus Polda Jawa Timur, jajaran Kepolisian Resort Bojonegoro juga berhasil mengungkap kasus prostitusi online.

Polisi mengamankan seorang perempuan paruh baya bernama Yuliatin (45), warga Kelurahan Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dia merupakan mucikari dalam kasus prostitusi online tersebut.
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli dalam pers rilisnya mengatakan kasus prostitusi online diungkap oleh anggota Satreskrim pada Senin (7/1) malam.

Kapolres mengatakan, Yuliatin alias Yuli telah memperdagangkan atau menjual wanita untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) melalui media elektronik berupa aplikasi WhatsApp.

“Iya, jadi berawal dari laporan masyarakat tentang banyaknya transaksi prostitusi online melalui media sosial, kemudian tim kami menyelidiki dan berhasil mengungkap kasus ini,” ujar Kapolres, Selasa (8/1).

Yuli diciduk polisi di hotel Olympic Jalan Veteran Bojonegoro. Saat itu Yuli sedang mengantarkan perempuan berinisial YN (32), untuk dipertemukan dengan pria hidung belang berinisial BG yang memesan YN.

“Saat itulah tersangka kita amankan dan kita bawa ka Mapolres bersama YN untuk dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

BG membeli YN untuk kencan shortime melalui mucikari Yuli seharga Rp.700.000. Dari transaksi itu Yuli mendapat uang sebanyak Rp 200.000 atau 30 persen dari harga per perempuan yang disediakan.

Kata Kapolres, Yuli selama ini menyediakan belasan wanita untuk dijajakan kepada lelaki hidung belang. Tarifnya pun bervariasi, mulai Rp 500.000 hingga Rp 2 juta per kencan.

“Perempuan yang dijual umurnya rata-rata 20 tahun hingga 25 tahun. Mereka rata-rata dari Kabupaten Bojonegoro,” terangnya. Yuli diketahui telah menjadi mucikari sejak tiga tahun terakhir. Bisnisnya selama bertahun-tahun aman, namun setelah Polda Jatim membongkar kasus prostitusi online beberapa hari kemarin, bisnis Yuli ikut dibongkar Satreskrim Polres Bojonegoro.

“Iya, jadi sudah hampir dua tiga tahun ini tersangka memperjualbelikan belasan perempuan. Transaksinya melalui media sosial WhatsApp,” ujar Kapolres.

Yuli diciduk polisi saat mengantarkan perempuan yang dijual kepada lelaki hidung belang di Hotel Olympic Jalan Veteran Senin malam.

Selain berhasil mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp 500.000, dan tiga buah handphone merek Huawei warna hitam, Nokia warna hitam, dan Oppo warna Biru.

Akibat perbuatannya itu, polisi menjerat Yuli dengan pasal 12 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Juncto pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik juncto pasal 296 KUHP.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” Kata AKBP Ary Fadli.KBID-BJN

Related posts

Pemerintah Kembalikan Kantor Pusat PT Garam ke Sumenep

RedaksiKBID

Gema Keadilan Serukan Arek Suroboyo Anti Miras dan Terorisme

RedaksiKBID

Amankan Pilkada Serentak di Jatim, Kodam V Brawijaya Siapkan 5.213 Pasukan Keamanan

RedaksiKBID