KAMPUNGBERITA.ID – Di sisi lain, kasus portitusi online yang marak saat ini membuat masyarakat mencari kebenaran informasi tersebut. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung Mangera SIk mengatakan, bahwa perhatian publik terhadap kasus ini cukup besar.
‘Kita harus akui bahwa yang sudah mendatangi baik di media sosial itu cukup banyak ratusan ribu org menanyakan kasus ini,” ujarnya.
oleh karena itu, Kata dia, Polda Jatim menyiapkan segala sesuatu berhubungan dengan data otentifikasi
“Kita siapkan salah satunya hari ini melakukan digital forensil yang dilakukan di labolatorium forensik Polda Jatim terhadap fasilitas HP yang dimiliki oleh mucikari EN dan TN,” katanya. Menurutnya hal itu bisa membongkar semua percakapan dari hp EN dan TN.
Menurutnya, dari situ maka akan dibongkar percakapan kepada siapa saja, transaksinya dimana saja, dan apa yang dibicarakannya.
Pihaknya memastikan pengungkapan kasus potitusi ini segera terpecahkan. “Semua akan terungkap disitu, nah oleh karena digital forensik ini disiapkan dalam rangka menjawab nanti kebutuhan informasi yang diinginkan oleh publik,” terangnya.
Dia menegaskan, pihak kepolisian serius menangani kasus portitusi tersebut. Menurutnya, nama-nama yang sudah disampaikan Kapolda Jatim harus diseriusi. ”Dengan segala sesuatu juga bagaimana kita menyiapkan data-data yang valid nantinya untuk disampaikan ke publik,” katanya.
Menurut Barung, pengiriman barang bukti yang akan dilakukan pemeriksaan digital forensik dilakuan kemarin dan butuh waktu 3 sampai 1 minggu serta membutuhkan kerjasama dengan provider
“Baru hari ini (kemarin) dilakukan mengirimkan fasilitas hp TN dan ENĀ kan ada waktunya membuka itu. Dan data tidak bisa langsung mendapat hasil karena itu nanti berhubungan dengan provider dengan lainnya dan diungkap bersama. Kurun waktu yang dibutuhkan 3 hari sampai 1 minggu . dari situ akan terjawab,” tegasnya.
Barung juga mengatakan, TN dan ES ternyata merupakan muncikari kelas kakap dan profesional. Sebab, kata dia, apabila mucikari biasa mereka hanya melakukan komunikasi lewat whatsapp (WA) dan fasilitas lain. Tetapi, ES dan TN ini harus mengetahui lebih dulu wajah pelanggannya.
”Dia tau betul pelanggannya dimana berada dan menunggui jasa yang diberikan setalah itu transaksi berlangsung dari hand to hand dan face to face jadi ES tau betul siapa-siapa prlanggan itu, siapa-siapa yang dilayani,” terang Barung.
Menurut Informasi, ada 400 data yang sudah dikantongi penyidik. Barung menanggapi bahwa data tersebut didapat dari awal dan luar bukan dari digital forensiknya. ”Nantilah kita umumkan hasilnya seperti apa,” katanya.
Di sisi lain, kasus tertangkapnya artis Vanessa Angel juga berimbas adanya penipuan yang dialami Lydia Manager Artis VA yang mengalami kerugian Rp 20 juta.
”Bu Lidya sudah membuat laporan di Polda Jatim laporan tentang penipuan yang dialaminya dikarenakan dia sudah mentransfer salah satu rekening kepada orang yang mengaku pejabat di Polda Jatim tetapi sebenarnya itu penipu,” kata Barung.
Barung mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya kepada siapa saja yang mengaku sebagai pejabat di Polda Jayim yang bisa mempermudah semua masalahnya. KBID-SIA


