
KAMPUNGBERITA.ID-Kota Surabaya bakal memiliki lapangan rumput sintetis berstandar internasional (FIFA). Dengan anggaran Rp 10,8 miliar, Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi Lapangan Karanggayam yang cukup legendaris dan tak henti-hentinya memproduksi talenta-talenta potensial sepak bola di Indonesia.
Lapangan seluas 10.492 meter persegi (122 meter x 86 meter) yang sempat telantar bertahun-tahun, sekarang ini progres pekerjaan telah mencapai 80 persen dan menyisakan tahapan penghamparan rumput sintetis.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian mengatakan, pekerjaan sudah berjalan dua bulan dan ditargetkan selesai pertengahan Desember. Ini karena ada hambatan pengiriman material impor untuk pabrikasi rumput sintetis berstandar FIFA. “Saat ini material sudah dalam proses pengiriman. Diharapkan, tidak mengganggu progres pekerjaan,” ujar dia.
Iman menyebut, meski terlihat seperti sekadar mengganti rumput, namun spesifikasinya kompleks. Seluruh lapisan di bawah rumput sintesis beserta jaringan salurannya dibangun ulang. “Lapangan diratakan dan diuruk ulang sesuai standar lapangan sepak bola, hingga mencapai ketinggian 60 sentimeter dari nol jalan,” ungkap dia seraya menambahkan proyek yang mulai dikerjakan 24 September 2025, dijadwalkan rampung pada pertengahan Desember 2025.
Ditanya tahapan pembangunan Lapangan Karanggayam, Iman membeberkan, tahapan pembangunan lapangan mencakup pengupasan dan perataan tanah eksisting, pengurukan dan pemadatan sirtu (tes CBR), tebal 30 sentimeter di sisi pinggir lapangan dan 40 sentimeter di sisi tengah. Pengurukan dan pemadatan pasir uruk setebal 5 sentimeter, kemudian dilanjutkan pengurukan dan pemadatan gravel/split 2-3 setebal 22 sentimeter. Selanjutnya, pengurukan dan pemadatan gravel/split 0,5-1 setebal 7 sentimeter, dan finalisasi lapisan atas menggunakan pasir vulkanis setebal 3 sentimeter sebelum pemasangan rumput sintetis.
“Treatment terakhir adalah penggelaran rumput sintetis menggunakan lem dan jahitan sesuai standar overlap rumput sintetis. Setelah terpasang, rumput akan ditaburi pasir silika setebal 1-2 sentimeter dan karet setebal 1 sentimeter,” jelas dia.
Sementara untuk sistem drainase, lanjut dia, lapangan ditunjang jaringan yang terhubung langsung ke saluran lingkungan. “Setelah urukan sirtu tertutup geotekstil, pipa HDPE 4 inci dipasang melintang dan disambungkan ke saluran u-ditch di sekeliling lapangan,” tutur dia.

Iman berharap, agar revitalisasi Lapangan Karanggayam ini benar-benar memberikan manfaat besar bagi dunia sepak bola Surabaya yang dikenal sebagai salah satu barometer sepak bola nasional. “Sesuai arahan Pak Wali Kota, kami berharap agar lapangan Karanggayam ini menjadi lapangan sepak bola dengan rumput sintetis berstandar FIFA yang ideal untuk latihan dan kompetisi. Semoga fasilitas ini mampu mendorong kemajuan dan regenerasi pesepak bola muda Surabaya, sehingga bisa melahirkan talenta yang membanggakan kota ini, “tegas Iman.
Dia menambahkan, revitalisasi Lapangan Karanggayam ini tidak berhenti pada tahap ini saja. Pada 2026, Pemkot Surabaya akan melanjutkan pengembangan kawasan Karanggayam melalui pemasangan lampu lapangan, pembangunan tribune penonton, toilet, dan ruang ganti serta perbaikan interior Wisma Karanggayam.
Langkah ini sesuai harapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ingin menjadikan kawasan Karanggayam sebagai pusat pembinaan sepak bola yang semakin representatif dan profesional. KBID-BE

