
KAMPUNGBERITA.ID – Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji meminta proyek jembtan bambu di Kawasan Mangrove dievaluasi. Pasalnya, proyek Jembatan Bambu Mangrove di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut bernilai Rp 1,2 miliar tersebut kini dalam kondisi mangkrak.
Banyak bambu dan papan kayu berserakan. Tali serabut masih gulungan dibiarkan menumpuk di atas jembatan. Tali rumbia ini sebagai pengikat antar pucuk bambu. Papan yang sudah dipotong-potong juga berantakan di atas jembatan.
Tak hanya itu, bambu-bambu penyangga jembatan sepanjang kurang lebih 300 meter itu tampak rapuh karena lapuk. Saat mengecek sendiri di atas jembatan, Armuji pun kaget.
“Lho, ini proyek dengan nilai Rp 1,2 miliar, kok dibiarkan mangkrak begini. Berani-beraninya, ada jembatan bambu di atas ketinggian begini. Saya ingan tahu siapa kontraktor dan perencana proyek ini. Dia harus bertanggung jawab,” kata Armuji di lokasi, Selasa (12/3).
Politisi PDIP ini saat tiba di lokasi sudah tidak yakin dengan performa konstruksi jembatan bambu tersebut. Jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Cahaya itu pada sisi bawah sudah tampak tak terurus. Persis di kaki jembatan tertulis “Dilarang Naik Jembatan Bambu”.
Dia kemudian memaksa naik untuk mengecek secara detail kondisi jembatan yang menggunakan dana APBD tersebut. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2017 itu hingga kini belum difungsikan. Akibatnya, mangkrak dan bahan bambu menjadi lapuk.
Ditemukan banyak bambu retak dan sebagian yang lain rontok. “Proyek jembatan bambu ini tanpa didukung perencanaan proyek yang tepat. Pemborosan anggaran,” katanya.
Menurutnya, pemkot tidak seharusnya meluapkan emosionalnya ingin membangun citra kota wisata, namun tidak diimbangi dengan kemampuan pengerjaan proyek yang baik.
Di sisi lain, Armuji menilai tidak tepat jembatan bambu dibangun di wisata Mangrove Wonorejo. Sekalian menggunakan kabel baja.
Sekadar diketahui, proyek Jembatan Bambu tersebut di bawah penanganan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Sejak 2017 jembatan sepanjang 300 meter itu dibangun dengan anggaran APBD. Konstruksi jembatan pada pilar utama jembatan terbuat dari beton.
Namun pada main pilar yang diakses wisata hutan mangrove, ratusan bambu ditata rapi dengan dikaitkan dengan tali serabut. Sementara pada sisi tengah jembatan menggantung tali baja seperti jembatan gantung.
Armuji menegaskan, tidak tepat jika jembatan bambu itu dipaksakan dilanjutkan. KBID-PAR

