KampungBerita.id
Headline Peristiwa Teranyar

Surabaya Dihajar HUjan dan Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang

Pohon tumbang menimpa salah satu kendaraan di Surabaya.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Selama dua hari berselang, Kota Surabaya diguyur hujan dan angin kencang pada sore hari. Selama dua hari itu pula yakni MinggU (5/1) sore dan Senin (6/1) sore, tercatat puluhan pohon dan tiang listrik tumbang.

Untuk diketahui, hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Surabaya sejak pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB telah memporak-porandakan pepohonan.

Data BPB dan Linmas Kota Surabaya, ada sekira 44 wilayah yang terdampak. Tak sedikit pohon tumbang menimpa pengendara mobil.

Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, ada beberapa pohon yang tumbang ke jalan Sebuah reklame di kawasan bundaran Dolog juga doyong. Command Center (CC) 112 panen laporan warga yang mengabarkan kondisi di masing-masing wilayah.

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Rochim Yuliadi mengatakan, pohon yang tumbang langsung ditangani. DKRTH mempunyai tim khusus yang menangani masalah pohon. Ada tujuh tim yang menyebar ke seluruh rayon.

Karena kondisi urgent, tim akhirnya dipecah menjadi sub tim. Kemarin ada 22 tim yang bergerak mengatasi pohon tumbang. Semua meminggirkan pohon yang melintang dan menutup jalan.

Rochim menuturkan bahwa timnya memang fokus menyingkirkan pohon lebih dulu. Sementara itu, pemotongan dan pemindahan pohon akan dilakukan hari ini. ”Besok (hari ini, Red) baru kita sweeping untuk dipotong jadi kompos,” ucapnya.

Sementara DKRTH mencatat ada 78 pohon yang tumbang dan doyong. Dari jumlah itu, mayoritas berada di wilayah Surabaya Timur, Pusat, dan Selatan.

Selain tim dari DKRTH, petugas dari BPB Linmas ikut turun tangan. Petugas menyingkirkan ranting-ranting dan dedaunan yang memakan hampir separo badan jalan. Sekretaris BPB Linmas Yusuf Masruh mengakui bahwa banyaknya pohon tumbang secara bebarengan dalam satu hari membuat petugas harus bekerja ekstrakeras.
Dia mengatakan, pada musim hujan dengan cuaca yang cukup ekstrem seperti saat ini, ada delapan posko terpadu yang tersebar di lima wilayah.

”Termasuk pos pantau yang dilengkapi senso atau gergaji untuk memotong pohon. Terutama command center yang selalu memantau CCTV di tiap wilayah dan update dari BMKG,” ujarnya.

Yusuf meminta warga maupun pengguna jalan untuk lebih mawas diri. Mereka diimbau menambah kewaspadaan demi keselamatan diri sendiri. Terutama untuk tidak berteduh di bawah pohon dan tidak mandi maupun memancing di sungai. Sebab, meluapnya air sungai tidak bisa diprediksi. ’’Kalau hujan, sering pengguna jalan itu panik, lalu minggir sembarangan di bawah pohon atau bangunan yang tidak kukuh,” ucapnya. KBID-NAK

Related posts

Pondok Pesantren Jabal Noer di Sidoarjo Terbakar

RedaksiKBID

Besaran Tidak Jelas, Pansus Pajak Daerah Tuding Pemkot Surabaya Tak Konsisten

RedaksiKBID

Seminar Wawasan Kebangsaan di Hari Santri dan Hari Pahlawan, AKBP Rofiq dan Gus Barra Ajak Semua Kalangan Tingkatkan Kecintaan pada Bangsa 

RedaksiKBID