KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Tawarkan Sistem Ozon, Bilik Sterilisasi Disinfektan Dinilai Banyak Efek Samping

Penumpang pesawat di Bandara Juanda saat masuk ke bilik sterilisasi.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Langkah Pemkot Surabaya memasang sejumlah bilik sterilisasi di sejumlah tempat mendapat perhatian serius DPRD Surabaya. Bilik sterilisasi yang digunakan untuk manusia tersebut dinilai memiliki risiko.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Akmarawita Kadir., M.Kes., AIFO mengaku mendengar pemkot surabaya sudah membuat dan memasang banyak alat bilik sterilisasi yang menggunakan bahan desinfektan, yaitu dengan menggunakan Benzalkonium Chloride.

”Ada yang bilang bahan yang menggunakan Benzalkonium Chloride (BAC) aman dan seterusnya, ini harus di tinjau kembali, karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan,” katanya.

Menuru Dokter Akma, sapaan akrabnya, alasan Pertama bahan yang menggunakan BAC memang bisa digunakan pada benda-benda mati, seperti kursi, gagang pintu, dinding rumah, dan kandang hewan. Namun, kata dia, jika disemprotkan pada manusia harus dipertimbangkan karena efeknya.

”Bahan ini bisa menyebabkan iritasi mukosa (saluran pernapasan, mata, luka), reaksi alergi, pada kulit bisa menyebabkan hiperplasia epitel bahkan ulkus (luka), pada penelitian dapat merangsang peradangan pada usus, dan menyebabkan kanker usus besar pada penggunaan kadar yang rendah,” terangnya.

Meski penelitian tersebut masih pada tikus, tetapi patut dipertimbangkan untuk tidak mengunakan bahan ini, dan menghindari bahan lain seperti klorin yang mempunyai efek yang merugikan manusia juga.

Alasan Kedua, lanjut dia, bilik Sterilisasi sebenarnya bukan langkah efektif. Sebab, ketika sudah masuk ke dalam bilik dan keluar seseorang tidak pernah mencapai steril.

”Kalu mau steril itu harus zero kuman, jadi sifatnya mengurangi jumlah mikroorganisme patogen saja. Jadi sebaiknya mengganti dengan bahan lain yang sifatnya antiseptik dengan fungsi yang sama dan relatif lebih aman itu adalah langkah yang sangat bijak,” katanya.

Beberapa alternatif lainya seperti sistem ozon yang relatif lebih aman, karena kandungannya adalah air dengan teknik ozonisasi ini juga bisa menjadi alternatif.

”Alternatif lain yang menurut saya paling aman adalah ya kita membawa 2 set pakaian ke kantor, nanti sampai di kantor kita mengganti pakaian. Karena pakaian kita dari rumah kan sudah di cuci dan sudah di setrika, pasti minim mikroorganisme patogen,” katanya.KBID-DJI

Related posts

Prajurit Kopaska Juarai Marathon 9K Hari Santri Nasional 2017

RedaksiKBID

Ramadan di Sumenep, Warung Makan Dilarang Buka Siang Hari

RedaksiKBID

Pemkot Surabaya Perketat Penggunaan Gawai Anak, Wali Kota Eri Tekankan Peran Orang Tua Cegah Radikalisme dan Konten Negatif

DJUPRIANTO