
KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Surabaya periode 2023-2027, ingin meningkatkan dan mengembangkan prestasi atlet, sehingga Surabaya bisa menjadi barometer pembinaan senam di Jatim, bahkan tingkat nasional.
Untuk mewujudkan itu, kata dia, Persani Surabaya tidak bisa berjalan sendiri. Sebab untuk meraih prestasi maksimal perlu dukungan dan dorongan dari berbagai pihak, di antaranya Pemkot Surabaya.
“Peran serta Pemkot Surabaya seharusnya bisa maksimal untuk membina atlet-atlet senam yang handal agar nanti bisa membawa nama harum kota Surabaya, “ujar dia, Kamis (25/1/2024).
Selama ini, kata Ayu, panggilan Pertiwi Ayu Krishna, Persani Surabaya kesulitan untuk mendapatkan fasilitas tempat latihan dan sejauh ini melangkah secara mandiri.
“Pemkot Surabaya harus paham, di Persani ini bukan senam goyang-goyang pinggul, tapi senam prestasi yang butuh tempat latihan khusus dan peralatan khusus. Bagaimana kita bisa mempertahankan prestasi di ajang Porprov Jatim kalau tak disupport dengan fasilitas. Selama ini, untuk tempat latihan kita sewa sendiri di Citraland. Ini memang cukup memberatkan,”di ungkap dia.
Untuk itu, lanjut politisi senior Partai Golkar ini, jika Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga konsen terhadap pembinaan dan prestasi atlet-atlet Surabaya, khususnya cabang olahraga senam, ya harus memberikan support, khususnya untuk fasilitas latihan.
Sementara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023 kemarin, perolehan medali dari cabor senam memang menurun jika dibanding Porprov 2022 yang meraih 6 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu.Penyebabnya, menurut Ayu, karena pesenam-pesenam Surabaya yang terus menerus dapat medali emas tidak diikutkan. Namun, ketika mereka mau ikut kejuaraan tingkat nasional, kesulitan tempat latihan.
Di sisi lain, Ayu yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya juga masih menempuh menagih janji Wali Kota Eri Cahyadi yang akan memberikan beasiswa untuk atlet peraih medali di Porprov. Karena hal ini menjadi motivasi bagi para atlet dalam merebut kemenangan dalam setiap kejuaraan. Tapi hingga kini beasiswa itu tak ada realisasi.
“Dulu Pak Eri bilang sendiri akan memberikan beasiswa bagi peraih medali, yakni diupayakan masuk SMA Negeri. Tapi masih kesulitan dan sampai hari ini belum terealisasi. Ini yang sangat kami sesalkan,” tegas Ayu.
Ditanya soal politik dan olahraga? Ayu yang kini juga caleg incumbent DPRD Kota Surabaya dari Dapil 1 pada Pileg 2024 menyatakan, bahwa olahraga itu hobi. Karena permainan olahraga juga ada unsur politik di dalamnya, yakni strategi dalam meraih kemenangan.
“Jadi kita bisa menang kalau berpolitik, kan harus punya strategi untuk meraih menang. Jadi politik dan olahraga itu sama, cuma beda klaster saja, “pungkas dia. KBID-BE

