KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Usulan RPJMD 2021-2026, Fraksi PSI: Banyak Rugi, Pemkot Perlu Revolusi BUMD

Tjutjuk Supariono.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – DPRD Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya kini sedang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2021-2026. Seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan umum terkait Rencana Peraturan Daerah (Raperda) mengenai RPJMD 2021-2026 pada Rabu (21/7/2021) kemarin.

Fraksi PSI yang diwakili Tjutjuk Supariono, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, mengangkat “Tujuh Program Prioritas RPJMD Tahun 2021-2026″ di dalam penyampaian pandangan umum fraksi.

“Dari hasil turun lapangan serta usulan dari warga Surabaya kepada PSI, kami menyoroti isu prioritas di berbagai bidang. Hasilnya ada tujuh poin usulan yang akan kami perjuangkan dalam RPJMD 2021-2026 ini,” ujar Tjutjuk, Sabtu (24/7/2021).

Pertama, Tjutjuk mengungkapkan bahwa terkait pelayanan publik, PSI mengusulkan adanya optimalisasi pemanfaatan platform digital untuk kependudukan dan catatan sipil (dukcapil), karena masih banyak keluhan terkait aksesibilitas layanan dukcapil secara online.

Kedua, berkaitan dengan usaha pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, pemkot perlu meningkatkan aksesibilitas pemasaran dan permodalan UMK. Sektor usaha perdagangan besar dan reparasi mobil/motor, pengolahan, dan jasa akomodasi serta usaha makan minum perlu menjadi fokus pengembangan karena hampir 70 persen ekonomi Surabaya ada di sektor ini.

Ketiga, perlu adanya revolusi BUMD karena terjadi sederet permasalahan. Pada 2020 realisasi pendapatan BUMD hanya 22 persen dan banyak yang mengalami kerugian, ditambah dengan banyaknya posisi direksi yang kosong. PD Pasar Surya secara khusus juga dinyatakan tidak sehat oleh BPK. Revolusi BUMD ini, kata Tjutjuk, akan membantu memperbaiki performa ekonomi Surabaya.

Keempat, terkait dengan pembangunan kota, isu yang diangkat yaitu mengenai modernisasi transportasi massal untuk mengoptimalkan potensi pariwisata. BLUD Suroboyo Bus perlu segera diwujudkan dan dikembangkan supaya lima tahun ke depan Surabaya bisa memiliki transportasi yang handal dan mandiri secara keuangan. Sistem pembayaran cashless dan pembangunan, dan integrasi dengan moda transportasi lain juga perlu secara bertahap dilaksanakan.

Kelima, belajar dari penanganan pandemi Covid-19, Fraksi PSI melihat kurangnya kapasitas dan pemerataan fasilitas kesehatan di Surabaya. Pembangunan rumah sakit di Surabaya Timur dan Selatan perlu dipercepat agar bisa digunakan sekarang dan dipersiapkan untuk mitigasi pandemi di masa mendatang. Pembangunan puskesmas di setiap kelurahan juga harus diprioritaskan.

Keenam, berkaitan dengan pendidikan, Fraksi PSI menemukan bahwa angka siswa berprestasi di bidang non-akademik dan akademik di Surabaya masih sangat rendah. Hal ini juga selaras dengan target nasional, yaitu peningkatan sebesar 15 persen sampai 20 persen siswa berprestasi di Indonesia, karena persentase prestasi siswa Indonesia yang masih rendah.

Terakhir, Fraksi PSI mendorong agar dalam penyusunan perencanaan program dan anggaran RPJMD Kota Surabaya 2021-2026 berbasis pro gender. Hal ini disebabkan pada level Jawa Timur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Surabaya tertinggi namun memiliki Indeks Pembangunan Gender (IPG) berada di posisi ke-9.

“RPJMD ini akan menjadi acuan penyusunan APBD dan program kerja pemerintah lima tahun kedepan. Semoga aspirasi Fraksi PSI dan warga Surabaya ini bisa diperhatikan baik-baik. Kita semua berharap Kota Surabaya bisa semakin maju dan menjadi teladan baik di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Tjutjuk. KBID-BE

Related posts

Risma Ingin Kelola Sampah Sampah Lebih Baik Lagi

RedaksiKBID

Sempat Kabur, Pelaku Penganiayaan Janda dan Kekasihnya Ditangkap di Gresik

RedaksiKBID

Percepat Pembangunan, Pemkab Sidoarjo Gelar Penyuluhan Hukum untuk Pejabat

RedaksiKBID