
KAMPUNGBERITA.ID-Masjid Sidrotul Muntaha atau yang lebih populer dengan sebutan masjid bawah tanah, lokasinya ada di Desa Karangarjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
Masjid bawah tanah tersebut terletak di dalam pekarangan rumah milik Haji Ali. “Allhamdullilah, masjid bawah tanah ini bisa dibangun saat masa Covid-19 pada 2018-2021,” kata H Muhammad Taufan (50), putra pertama Haji Ali yang punya peranan penting terhadap keberadaan masjid bawah tanah tersebut.
Dia menjelaskan, bahwa awal mula membangun masjid ini karena mimpi dari sang ibu yang telah wafat. Dalam mimpinya sang ibu berharap untuk dibangun masjid. Filosofinya sederhana, tapi punya arti makna yang dalam, yakni golek sangu yo iso nyangoni (cari bekal ya bisa membekali)” terang Haji Muhammad Taufan saat ngobrol di rumahnya yang persis di depan masjid bawah tanah, Jumat (4/4/2025).
Masjid bawah tanah ini dibangun di atas tanah seluas 1.500 meter persegi dan menelan biaya Rp 5 miliar.
Adapun arsitektur bangunan masjid ini cukup sederhana namun terkesan elok dan sejuk.
Di hari Jumat jemaah yang datang untuk salat Jumat sekitar 500 orang. Selain itu, setiap Jumat juga ada Jumat berkah untuk sekitar 250 orang. “Kami bersyukur ada saja yang berkirim untuk Jumat berkah di masjid ini,”ungkap dia.
Menurut Haji Muhammad Taufan, jemaah dan para wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Jakarta, Madura, dan Kalimantan. Bahkan, ada juga jemaah wisatawan dari luar negeri.
“Wisatawan juga ada yang dari Malaysia dan Palestina.Mereka datang dipimpin langsung oleh syech pada saat bulan puasa lalu,”tandas dia.
Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Dita mengatakan, bahwa dirinya mengaku penasaran dan ingin tahu tentang masjid bawah tanah.

“Kami berlibur lebaran ke rumah famili di Banyuwangi, sekalian mengunjungi tempat wisata, di antaranya masjid bawah tanah di Glenmore, ternyata cukup bagus” terang dia.
Marbot masjid bawah tanah, Sahud membenarkan kalau masjid bawah ini berdiri sejak 2021 dan banyak pengunjungnya, terutama saat hari Sabtu dan Minggu.
Pria 68 tahun asli Glenmore tersebut berharap masjid bawah tanah ini menjadi tempat ibadah dan menjadi tempat wisata penguat iman. (BUD/BE)
