KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pemkot Surabaya Harus Beri Sanksi ASN Indisipliner, Arif Fathoni Yakin Hari Pertama Kerja Tak Ada yang Bolos

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya,Arif Fathoni.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Pasca menikmati libur panjang dan cuti bersama lebaran, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Pemkot Surabaya, Selasa (8/4/2024) mereka akan kembali beraktivitas melayani masyarakat.

Seperti biasanya, Wali Kota Eri Cahyadi akan sidak ke OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk memastikan jajarannya masuk kerja di hari pertama dan tidak ada yang bolos.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni memandang selama ini tingkat disiplin ASN dan pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya sudah bagus. Karena itu, kecil kemungkinan mereka indisipliner atau bolos pada hari pertama kerja.

“Saya yakin pegawai akan disiplin masuk pada hari pertama kerja setelah libur panjang. Jika toh ada yang tidak masuk, itu harus punya alasan yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).

Meski demikian, lanjut Toni, panggilan akrab Arif Fathoni, Wali Kota sebagai nahkoda pemerintahan di Surabaya perlu melakukan sidak di lingkungan kerja untuk memastikan semua pegawai telah kembali bertugas untuk melayani warga Surabaya.

Untuk itu, jika ada pelanggaran atas disiplin tersebut, maka harus diberikan sanksi sesuai dengan peraturan (kepegawaian) yang berlaku, sehingga menjadi efek jera agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Karena ketiadaan sanksi atas pelanggaran disiplin akan memacu pelanggaran disiplin yang sudah tertib,” ujar mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.

Terkait pertumbuhan ekonomi Surabaya pasca Lebaran, Toni yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini menjelaskan, meski daya beli masyarakat agak menurun, namun datangnya bulan suci Ramadan kemarin membuat geliat ekonomi Surabaya meningkat. Ini ditandai dengan banyaknya kegiatan berbuka bersama, baik di hotel maupun restoran. Selain itu, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga banyak mendapatkan pesanan untuk kegiatan bagi-bagi takjil, baik oleh partai politik (parpol), organisasi keagamaan, maupun organisasi sosial yang lain.

Terkait gelombang para urban atau pendatang baru yang mencari kerja di Surabaya yang terjadi pasca lebaran, Toni menyampaikan bahwa Surabaya sebagai ibu kota provinsi dengan segala fasilitas yang dimiliki, tentu akan terus menjadi magnet urbanisasi. Maka dari itu, Pemkot Surabaya perlu melibatkan semua pemangku kepentingan, baik kepala daerah asal maupun RT/RW di Surabaya untuk melakukan pengawasan.

“Dengan demikian, yang hadir di kota Surabaya diserap pengguna kerja, sehingga tidak menjadi beban pengangguran baru di kota Pahlawan,” pungkas mantan jurnalis ini. KBID-BE

Related posts

Sosialisasikan Empat Pilar ke Kader PKS Surabaya, Sigit Sosiantomo: Ini Alat Pemersatu Bangsa

RedaksiKBID

Alfian Limardi Dorong Nol Korban Meninggal Akibat Kebakaran

RedaksiKBID

Politisi Senior PDI-P Tolak Reklamasi untuk Proyek Surabaya Waterfront Land

Baud Efendi