KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Ingin PDI-P Berjaya, Ipuk: Semangat Pantang Menyerah Harus Melekat di Hati Sanubari Pengurus DPC, PAC, Ranting, dan Anak Ranting

Sekretaris DPC PDI-P Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Tahun 2026 adalah “Tahun Kuda Api” menurut kalender Tionghoa. Kuda Api melambangkan kebebasan, kecepatan, dan semangat pantang menyerah.

DPC PDI-P Kota Surabaya periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Armuji -Syaifuddin Zuhri ingin menjadikan momentum tahun 2026 untuk menegaskan kembali bahwa semangat berapi-api dan pantang menyerah harus melekat di hati sanubari pengurus, baik struktur di tingkat Anak Ranting, Ranting, PAC maupun DPC. “Semangat tersebut kita sinergikan bersama tanpa ada sekat di antara kita. Ini agar PDI-P mampu hadir pada setiap keinginan masyarakat dan juga mampu mendampingi kepentingan mereka.Ini sebenarnya desain DPC PDI-P Kota Surabaya periode 2025-2030,” ujar dia.

Karena itu, lanjut dia, sebelum melakukan aktivitas kepartaian, DPC PDI-P Kota Surabaya melakukan konsolidasi dan tasyakuran dengan pengurus PAC se-Surabaya pada Sabtu (2/1/2026). Ini juga merupakan awal menempati kantor baru
DPC PDI-P Kota Surabaya di Jalan Setail No 8, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. “Tasyakuran ini kita lakukan sebelum beraktivitas.Ya, minimal kita berdoa untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan niat baik kita dikabulkan,” tambah dia.

Terkait program ke depan, Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri mengatakan, yang paling dekat DPC PDI-P Kota Surabaya akan mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Selain itu, kegiatan-kegiatan yang kemarin dilakukan pengurus DPC yang lama, mungkin nanti yang baik akan dilanjutkan. “Tapi nanti sifatnya bergerak, terukur, dan masih. Sehingga apa yang dilakukan DPC tidak hanya sekadar seremonial belaka, namun terukur menjadi satu barisan kader yang terus bergerak dan bergerak untuk menyongsong dan melaksanakan tugas yang diamanahkan Ibu Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri,” ungkap dia

Sementara untuk target pada Pemilu 2029, Ipuk menegaskan, DPC ingin mengembalikan kejayaan PDI-P di Surabaya. Modal utamanya adalah kekompakan dan pemahaman tentang situasi bagaimana satu alat partai ini secara demokrasi. Manakala yang dilakukan sebaik apapun ketika tidak mampu memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat bahwa demokrasi partai politik ini hanya sebagai alat demokrasi, tujuan sesungguhnya adalah mengantar satu mimpi dan cita-cita kemerdekaan. “Demokrasi dilakukan oleh rakyat, untuk rakyat, dan rakyat mengerti tentang tugasnya partai politik menjadi wadah menyalurkan keinginan atas rakyat,”tegas dia.

Menanggapi wacana pilkada ke depan dipilih lewat DPRD, yang mana sejumlah partai politik seperti Partai Gerindra, Golkar, PKB dan PAN setuju dengan wacana tersebut, Ipuk enggan memberikan komentar panjang lebar, mengingat persoalan tersebut menjadi kewenangan DPP. “Waduh…kalau itu saya enggak bisa menjawab karena kewenangannya di Pusat (DPP). Apapun yang terjadi kita ini siap saja. Yang jelas, jangan sampai politik itu mengalami satu kemunduran. Artinya, hak rakyat harus dihormati dan terus dijalankan, jika toh ada kekurangannya tinggal membenahi. Jangan sampai hak-hak rakyat terampas oleh sistem demokrasi. Intinya, jangan terlalu menganggap sesuatu yang sudah terjadi itu jelek, ya benahi saja kekurangannya,”beber dia.

Kalau wacana Pilkada dipilih lewat DPRD, berarti PDI-P Surabaya harus berjuang ekstra keras mendapatkan kursi mayoritas di DPRD agar bisa mengusung calon sendiri. Ipuk menyebut terlepas dari satu jumlah kursi dan apa, dirinya yakin seluruh partai politik ketika berhadapan dengan rakyat, tidak akan ada yang berani. “Jadi laksanakan saja tugasnya untuk kepentingan rakyat, siapa yang lebih dulu dan hadir di hati rakyat. Itu saja,” ungkap dia.

Cegah Konflik Internal

Konflik di internal PDI-P Kota Surabaya di masa kepengurusan lama begitu kental. Bahkan, dalam peribahasa digambarkan ibarat bara dalam sekam. Tampak tenang di luar namun tetap menyala dan bisa meledak kapan saja.

Ipuk berharap konflik seperti itu tak boleh terjadi lagi pada kepengurusan baru. Apalagi, sampai keluar dan jadi perhatian publik secara luas. Untuk itu, Ipuk yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya ini mengingatkan semua pengurus partai harus tahu dan mampu menjalankan tugas di posisinya masing-masing.

Dia menegaskan, DPC akan terus melakukan pemantauan terukur sampai kumpulkan data base. “Ia bergerak di mana, seperti apa, serta siapa yang sesungguhnya dalam kegiatan-kegiatan tersebut yang dikumpulkan. Apakah orang yang sama atau di titik yang sama, itu nanti bisa terpantau oleh DPC. Bahkan, kami tak segan-segan memberikan sanksi tegas,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Sat Lantas Polresta Sidoarjo Ajak Pengendara Kendaraan Bermotor Mengheningkan Cipta

RedaksiKBID

Satlantas Polresta Sidoarjo Percepat Penyaluran Bantuan Sosial

RedaksiKBID

Alokasi Dana Kelurahan jadi Perhatian Khusus Komisi A DPRD Surabaya

RedaksiKBID