Kasus Covid-19 terus Meningkat, Transisi New Normal di Sidoarjo Bisa Diperpanjang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Sudah satu pekan lebih transisi new normal diterapkan. Namun, penyebaran Corona (Covid-19) di kota delta terus meningkat. Sebagai tindak lanjut, Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sidoarjo segera menggelar evaluasi. Menentukan solusi mengatasi pandemi.

Dari data yang dihimpun, sampai saat ini, warga yang terinfeksi korona mencapai 1020 orang. Bertambah sebanyak 261 kasus sejak PSBB jilid III dihentikan. Persentase peningkatan mencapai 25,5 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman membenarkan jumlah korona kian bertambah. Dari telaah dinkes, setiap hari ada warga yang dinyatakan positif covid-19. “Rata-rata per hari bertambah 32 orang -33 orang,” jelasnya.

Wilayah penambahan paling banyak tetap sama. Yaitu Waru dan Taman. Keduanya saling mengejar. Data terakhir jumlah warga Waru yang terkonfirmasi positif mencapai 200 orang. Hanya berselisih 21 kasus dengan Taman. Saat ini warga yang terjangkit korona di Taman mencapai 179 orang.

Menurut Syaf, penyebab penambahan itu ada dua. Pertama warga kota delta rajin melakukan swab. Hasilnya, tidak sedikit yang dinyatakan positif covid-19. Dengan cara itu, pemkab cepat melakukan penanganan. Karena sudah mengetahui warga yang terdampak.

Penyebab kedua karena transisi new normal. Warga kembali bisa beraktifitas. Mobilitas antar daerah dan wilayah semakin longgar. “Itu juga bisa menjadi penyebab,” jelasnya.

Melihat tingginya angka koronq, besar kemungkinan transisi new normal diperpanjang. Tujuannya menyiapkan Sidoarjo. Menyambut adaptasi kebiasaan baru.

Menurut Syaf, perpanjangan transisi new normal bergantung gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Sejumlah pertimbangan harus ditelaah. “Aspek ekonomi dan produktifitas menjadi perhatian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan, pihaknya bakal segera melakukan evaluasi. Menelaah capaian dan implementasi transisi new normal. “Seluruhnya kami evaluasi,” jelasnya usai menghadiri launching Satpas Tangguh kemarin.

Menurut Cak Nur, sapaan akrab Nur Ahmad, dalam waktu dekat, pemkab, Polresta, dan TNI menggelar razia. Penertiban jam malam. “Agar warga tidak keluyuran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cak Nur belum bisa memastikan kapan transisi new normal berakhir. Menurut dia, sebelum benar-benar menerapkan new normal, Sidoarjo harus mampu menekan korona. KBID-TUR