KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pokja Jurnalis Dewan Surabaya Gelar Diskusi, Sinergi Media dan DPRD Kawal Masa Depan Surabaya

Tiga orang yang menjadi narasumber diskusi santai yang digelar Pokja Judes dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan DPRD Kota Surabaya tidak hanya dimeriahkan dengan kegiatan olahraga dan perlombaan. Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) juga menggelar diskusi bertema “Menjaga Semangat Kemerdekaan: Sinergi Media dan DPRD Mengawal Masa Depan Surabaya”, Kamis (20/8/2026).

Diskusi yang digelar di lingkungan DPRD Surabaya ini menghadirkan tiga narasumber. Yakni anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, dan akademisi FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Aziz. Diskusi dipandu moderator Wahyu Chan dari RRI.

Dalam forum tersebut, Yuga menegaskan semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Menurut dia, kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata. “Kita harus memaknai perjuangan pahlawan yang berkorban fisik, materi, bahkan keluarga demi kemerdekaan. DPRD punya tanggung jawab memastikan kemerdekaan memberi manfaat nyata lewat fungsi legislasi dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di Kota Surabaya,” ujar Yuga.

Dia juga menyatakan DPRD terbuka terhadap kritik dan aspirasi warga. Semua aduan yang masuk, baik langsung maupun melalui media sosial, dinilai sebagai bagian penting dari proses pengawasan pemerintahan

Dari sisi ekonomi, Lutfil Hakim menyoroti ketahanan fiskal Surabaya. Dia menyebut PAD Kota Surabaya memang tinggi, namun rasio PAD terhadap total pendapatan baru 62 sampai 64 persen. Angka itu masih jauh di bawah Kabupaten Badung, Bali yang mencapai 92 persen. “Ini jadi tantangan DPRD dan Pemkot, apalagi ada penurunan Transfer ke Daerah. Surabaya harus punya visi kuat mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi,” kata Lutfil.

Dia mencontohkan sektor pelabuhan yang masih menjadi hambatan. Dwelling time di Surabaya masih enam hari, sementara di Singapura hanya enam jam. Menurut dia, kelancaran arus barang harus menjadi perhatian bersama eksekutif dan legislatif.

Sementara itu, Abd Aziz menempatkan media sebagai pilar keempat demokrasi. Dia menekankan media memiliki dua fungsi utama, yaitu menyampaikan informasi dan menjalankan kontrol sosial.
“Jika kerja DPRD tidak diketahui publik, bisa muncul persepsi lembaga tidak bekerja. Karena itu publikasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui proses legislasi, rapat hearing, dan kegiatan DPRD di tengah masyarakat. Tapi media juga jangan hanya jadi corong. Harus tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak transparan dan tidak berorientasi kepada kepentingan rakyat,” tegas Aziz.

Ketua Pokja Judes, Inyong Maulana mengatakan diskusi ini merupakan puncak rangkaian kegiatan HUT RI yang telah digelar sejak 4 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan meliputi tenis meja, lomba fotografi, podcast, mini soccer, domino, karaoke. “Ini momen berbagi ilmu, terutama untuk mahasiswa dan pers kampus agar mendapat wawasan jurnalistik yang baik,” ucap Inyong.

Ketua panitia, Bambang Hadi Marwanto menambahkan seluruh kegiatan sengaja dikemas untuk memperkuat kebersamaan antara insan pers dan DPRD Surabaya. “Semangat kemerdekaan mengajarkan persatuan. Kami ingin jurnalis dan DPRD tidak hanya bertemu saat peliputan, tapi juga berolahraga, berkreasi, dan berdiskusi bersama,” tandas dia.

Diskusi ini menegaskan bahwa kemerdekaan di era sekarang bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memastikan ruang demokrasi tetap terbuka, kebijakan publik transparan, dan pembangunan Surabaya berpihak kepada masyarakat. KBID-BE

Related posts

Bawa Sabu dari Kipli, Thaariq Akbar Ditangkap Polisi

RedaksiKBID

Pemkot Surabaya Buka Jalur MerrC II Akses Menuju Bandara Juanda

RedaksiKBID

Jelang Ramadan Intensitas Pasar Murah Meningkat, Buleks Apresiasi Pemkot Surabaya Sigap Kendalikan Harga Bahan Pokok

Baud Efendi