
KAMPUNGBERITA.ID – Komisi D DPRD Kota Surabaya mendukung sistem pembelajaran Sekolah Rakyat dengan kesiapan sarana dan prasarana yang menunjang penerapan kurikulum terutama pola pembinaan karakter yang diterapkan kepada para siswa.
Hal ini dikatakan Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes. Diketahui, pihak Komisi D DPRD Surabaya sudah melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek, beberapa waktu lalu. Hasilnya, menurut penilaian mereka kualitas fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat cukup memadai.
dr. Michael mengatakan, sekolah yang baru diserahterimakan beberapa hari lalu itu telah memiliki sarana yang sangat memadai untuk menunjang pendidikan sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Pertama kali kami melihat sekolah ini, tempatnya sangat bagus dan seluruh peralatannya juga sangat baik. Walaupun baru diserahterimakan beberapa hari yang lalu, fasilitas yang tersedia sudah sangat memadai,” ujar dr. Michael dikutip Rabu (12/8/2026).
Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar yang nyaman, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar seluruh siswa yang tinggal di asrama. Mulai dari penyediaan makan tiga kali sehari, fasilitas belajar yang lengkap, hingga pembinaan kerohanian sesuai agama masing-masing.
Bagi siswa muslim, sekolah menyediakan kegiatan mengaji secara rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan. Sementara siswa nonmuslim juga difasilitasi untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Menurut dr. Michael, konsep pendidikan yang diterapkan menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian anak sejak usia dini.
Komisi D juga menyoroti sistem pendampingan siswa. Idealnya, satu pembimbing mendampingi 15 anak. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), saat ini seorang pembimbing harus menangani lebih dari 20 siswa.
“Ke depan tentu masih diperlukan penambahan tenaga pendamping agar proses pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Selain kebutuhan tenaga pendamping, ia juga menilai masih diperlukan beberapa fasilitas penunjang, seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan dukungan petugas untuk membantu penataan serta kebersihan area luar sekolah.
Meski demikian, ia mengapresiasi konsep pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan sekolah. Para siswa dibiasakan menjaga kebersihan kamar, asrama, dan ruang belajar secara mandiri sebagai bagian dari proses pembentukan tanggung jawab.
“Yang menarik, kebersihan di dalam lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab anak-anak. Mereka dilatih mandiri. Sementara guru-guru juga memberikan teladan dengan memiliki jadwal piket kebersihan di ruang guru,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap ruang telah dilengkapi meja belajar bersama yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah maupun belajar kelompok. Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas olahraga guna mendukung perkembangan fisik para siswa.
Dalam aspek pembinaan disiplin, dr. Michael turut mengapresiasi keterlibatan para pembina dari Taruna Angkatan Laut yang memberikan pendampingan kepada siswa.
“Saya merasa salut. Penilaian saya sangat baik. Anak-anak sejak awal diajarkan mengenai character building, mulai dari disiplin, menjaga kebersihan, integritas hingga tanggung jawab. Mudah-mudahan mereka menjadi bibit-bibit bangsa yang berkualitas,” ujarnya. KBID-PAR-BE
