
KAMPUNGBERITA.ID – Absenya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam beberapa hari ke depan lantaran sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit, diprediksi bakal membuat kinerja sejumlah Organiisasi Perangkat Daerah (OPD) kelabakan.
Pasalnya, selama ini hampir tidak pernah OPD berjalan atas inisiatif sendiri dan selalu menunggu petunuk Wali Kota Surabaya. Tidak hanya terkait tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) yang melekat pada masing-masing OPD, untuk sekedar mengeluarkan statemen pun para pejabat di hampir semua OPD mesti menunggu arahan.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar berharap dengan absenya Wali Kota, semua OPD bisa bekerja maksimal sesuai Topoksinya. Sebab, ujar dia, selama ini yang kerap bertindak di lapangan justru Eri Cahyadi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko).
”Hampir semua OPD tidak bersuara, padahal mereka memiliki tanggungjawab yang melekat pada tupoksi, saya heran kenapa terjadi seperti ini,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Dia menyontohkan, penyelesaian proyek box culvert di kawasan Simo sampai Benowo yang sempat tertunda. Justru Bappeko yang lebih ‘rajin’ bersuara, ketimbang Dinas PU Bina Marga sebagai OPD teknis.
“(Dinas PU Bina Marga) enggak pernah bersuara!” kata Sukadar.
Telebih, kata dia, cukup mengherankan ketika suara maupuan pendapat dan gagasan dinas teknis itu justru diwakili oleh Bappeko. ”Suara Bappeko yang lebih intens menyuarakan itu,” bebernya.
Begitu pula, tandas Sukadar, waktu ada banyak masukan dari masyarakat tentang posisi kurangnya pelayanan kesehatan di wilayah Surabaya timur.
“Keluhan masyarakat soal pelayanan kesehatan tersebut yang merespons bukan Dinas Kesehatan (Dinkes), tapi langsung diambil alih oleh Bappeko!” tegasnya.
“Jadi kayaknya posisi tupoksi OPD saat ini, semuanya disuarakan hanya satu di perencanaan (Bappeko). Lantas di mana posisi OPD yang ada ini, yang punya kewenangan, yang punya tupoksi tentang itu?” sambungnya.
Dia memrediksi, OPD-OPD akan kelabakan apabila Wali Kota absen terlalu lama lantaran tidak terbiasa mengambil langkah-langkah taktis. Untuk itu, Sukadar berharap Wali Kota Risma cepat diberi kesembuhan agak kembali beraktifitas.
Disinggung mengenai posisi Kepala Bapekko yang digadang-gadang Risma untuk dijagokan menjadi Wali Kota dalam Pilwali sehingga sengaja dimunculkan di setiap momen, Sukadar mengatakan, itu hak politik setiap orang. Sebab, dirinya berbicara sebatas tupoksi sebagai Anggota Legislatif yang mempunyai tugas mengontrol kinerja OPD.
”Ini masalah tuposki OPD, bagaimana mungkin semuanya diambil alih Bapekko, terus kerja mereka apa,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser menambahkan, Wali Kota Risma mengalami kelelahan saat akan berangkat ke Jakarta untuk presentasi di Indonesia Acrative Next Index. Namun demikian, ia memastikan bahwa semua pelayanan di Pemkot Surabaya tetap berjalan normal seperti biasa.
“Untuk sementara kegiatan rapat yang harus dipimpin oleh beliau (Wali Kota Risma) itu ditunda sampai kesembuhan beliau. Tetapi sistem pelayanan di Pemkot Surabaya secara keseluruhan berjalan normal,” kata Fikser. KBID-DJI
