KampungBerita.id
Matraman Teranyar

75 Anak-Anak Kena TBC, Pemkot Mojokerto Sisir Murid TK-SD dan Ponpes

Ning Ita memeriksa gigi salah seorang siswa TK saat sidak

KAMPUNGBERITA.ID – Pemerintah Kota Mojokerto dan sejumlah elemen masyarakat melakukan pencegahan penyebaran wabah tubercolosis (TBC) diwilayahnya.

Bersama Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Walikota Achmad Rizal Zakariyah dan jajaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Lembaga Antitubercolosis TB Care Aisyiah Kota Mojokerto, Senin (18/03) melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi.

Tim ini menyebar ke sejumlah komunitas rentan TBC, diantaranya lokasi Taman Kanak-Kanak Aisyiah, Ponpes Darul Quran, SDN Mentikan, Ponpes Tarbiatul Aulad, TK Batik dan Ponpes Al Amin.

Saat ditemui Kepala Dispendik Kota Mojokerto Amin Wakid menjelaskan bahwa penderita TBC biasanya enggan memeriksakan dirinya ke puskesmas. “Karenanya, kami jemput bola, kebawah kita lakukan sidak ke sejumlah lokasi,” katanya.

Melalui sidak tersebut, lanjut Amin, pihaknya berharap penyebaran wabah ini dapat diminimallisir utamanya di tingkat anak-anak.” Kami berharap wabah TBC ini tuntas sehingga penyakit tidak mengganggu tumbuh kembang anak, ” tambahnya.

Terpisah, diinformasikan bahwa ditahun 2019 ini diwilayah Kota Mojokerto tercatat ada 391 warga yang menderita atau terjangkit penyakit TBC. “Ironisnya dari data tersebut 75 diantaranya diderita oleh anak-anak, ” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu.

Mengenai penanganannya, lanjut Indah, ratusan warga tersebut kini menjalani pengobatan secara gratis di puskesmas-puskesmas.” Mereka menjalani pengobatan secara berkala mengingat tempo pengobatan TBC butuh waktu lama, paling singkat adalah enam bulan,” katanya.

Dari kasus tersebut, Pemkot langsung menyikapi yakni dengan menggeber program anti TBC bertajuk Saber TBC Pliss dan sudah di Launching.

Sementara itu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan perang terhadap penyebaran TBC.”Kita akan melakukan screening. Kita juga akan menghambat penularan TBC melalui program riil yakni mengantisipasi pada daerah kumuh. Ditargetkan untuk daerah kumuh diwilayahnya akan hilang diakhir 2019, ” pungkasnya. KBID-FFA

Related posts

Kapolresta Sidoarjo Besuk Bocah Gastroschisis di Tanggulangin

RedaksiKBID

80 orang Pelaku Perusakan di Situbobdo Diamankan, 22 Diantaranya Anak di Bawah Umur

RedaksiKBID

Dinilai Langgar Perda, Komisi C Dorong Pemkot Eksekusi Bangunan PT Goci

RedaksiKBID