
KAMPUNGBERITA.ID-
Pengurus Kota Olahraga Domino Indonesia (Orado) Surabaya yang dinahkodai Rio Gahari, Senin (16/3/2026) siang, meminang Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya,
Arif Fathoni sebagai Dewan Pembina Orado Surabaya.
Ketua Orado Surabaya, Rio Gahari mengatakan, kehadiran Arif Fathoni diharapkan mampu memberikan warna baru bagi organisasi. Terlebih, Orado Surabaya memiliki latar belakang anggota yang sangat beragam, mulai dari pengusaha, notaris, profesional, karyawan, atlet, hingga buruh.
“Kami telah melakukan audiensi sekaligus melamar Pak Toni untuk menjadi Dewan Pembina Orado Surabaya bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Surabaya,” ujar Rio saat berkunjung ke presroom Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes).
Lebih jauh, dia menjelaskan, u membawa visi besar melalui tagline “Memintarkan Indonesia”. Fokus utama organisasi saat ini adalah mengubah stigma negatif masyarakat yang selama ini sering mengkaitkan domino dengan aktivitas kurang bermanfaat atau perjudian. “Kami memiliki visi yang sama dengan Pak Toni, yaitu membalikkan stigma negatif itu menjadi olahraga positif. Domino adalah olahraga otak yang menguji daya pikir dan daya ingat, yang sebenarnya sangat bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata,” tambah Rio.
Menanggapi hal tersebut, Arif Fathoni menyambut baik langkah Orado Surabaya. Dia sepakat bahwa olahraga domino perlu mendapatkan tempat sebagai cabang olahraga (cabor) prestasi yang mengandalkan intelektualitas, sehingga citra negatif yang melekat perlahan bisa hilang melalui pembinaan yang tepat dan terstruktur.

Gelar Kejurcab
Di sisi lain, Orado Surabaya yang sedang berjuang menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya akan menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino yang rencananya dilaksanakan di Ciputra Walk Surabaya pada 29 Maret 2026.
Untuk pendaftaran, cukup membuka Instagram (IG) Orado Surabaya. Di situ, nantinya ada barcode yang bisa discan, kemudian memasukkan nama dan lain sebagainya. “Selanjutnya kita akan memverifikasi agar bisa ikut kejuaraan ini, ” ujar Rio Gahari.
Dia melihat antusias masyarakat cukup tinggi untuk mengikuti kejuaraan ini. Karena itu, mereka diharapkan segera mendaftar agar slot untuk kejuaraan ini bisa terpenuhi. “Sebenarnya ada dua kategori, yakni junior dan senior. Hanya saja, untuk kategori junior akan diikuti 8 tim. Sedangkan tim senior (18 tahun ke atas) ada 32 tim yang siap bersaing menjadi yang terbaik, ” ungkap dia.
Untuk itu, dia mengajak anggota Pokja Judes untuk bersama-sama membesarkan organisasi Orado. KBID-BE

