
KAMPUNGBERITA.ID-Sebanyak 12 tim SMA/SMK terbaik hasil kualifikasi zona di berbagai daerah akan bertanding pada laga Final Turnamen Bahlil Mini Soccer “Asik Menuju Puncak 2026″ yang akan digelar di Surabaya, 18 Oktober 2026.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Bahlil Mini Soccer, Arif Fathoni saat technical meeting pelaksanaan laga final, Jumat (9/10/2026). “Sebanyak 12 SMA/SMK terbaik yang lolos dalam zona kualifikasi di berbagai daerah akan bertanding 18 Oktober mendatang,” ujar dia.
Pada technical meeting tersebut, Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, juga menyampaikan pesan Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi kepada seluruh tim finalis. “Saya menyampaikan pesan Ketua Golkar Jatim Kanda Ali Mufthi kepada seluruh finalis, agar mempersiapkan diri dengan baik, bangun permainan yang menghibur, karena mini soccer adalah olahraga sambil bergembira,” kata dia.
Menurut Toni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, turnamen ini diharapkan menjadi ajang pembinaan, menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, serta kreativitas pelajar.
Sementara technical meeting membahas teknis pelaksanaan, aturan pertandingan, jadwal, hingga kesiapan venue. Panitia menargetkan final berlangsung lancar dan menjadi hiburan bagi pelajar serta masyarakat. Apalagi, panitia juga menyiapkan konsep sportainment agar final berlangsung menarik dan meriah.
Mantan jurnalis ini berharap seluruh tim dapat menjaga fair play dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan selama pertandingan berlangsung.

Gerakkan Roda Ekonomi
Toni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya juga berharap babak final nanti dapat menggerakkan roda ekonomi, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Pengalaman di zona sebelumnya menunjukkan dagangan UMKM laris manis saat pertandingan berlangsung. “Mudah-mudahan laga final nanti bisa menggairahkan ekonomi di Kota Surabaya. Paling tidak kan UMKM juga ramai karena dalam beberapa kali pertandingan Bahlil Mini Soccer di zona-zona tersebut seluruh dagangan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar venue pertandingan itu mengucapkan terima kasih karena dagangannya habis,” tutur dia.
Selain dampak ekonomi, Toni menyebut turnamen ini sebagai sarana pendidikan politik bagi generasi muda. “Jadi, mudah-mudahan olahraga ini di samping sebagai instrumen pendidikan politik melatih karakter kepemimpinan dan gotong royong generasi muda juga bisa menjadi trigger pertumbuhan ekonomi di mana pertandingan itu kita gelar,” pungkas dia. KBID-BE

