KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Bawaslu Sidoarjo Indentifikasi Merebaknya Politik Uang Jelang Pilpres 2019

Bawaslu Sidoarjo saat sosialisasi Pemilu 2019 kepada sejumlah wartawan

KAMPUNGBERITA.ID – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sidoarjo mengidentifikasi potensi munculnya politik uang yang akan masuk ke Kabupaten Sidoarjo jelang Pemilu Presiden 2019. Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota, dan DPD RI akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Bawaslu saat menggelar sosialisasi Pengawasan Pemilu yang bertemakan “Membangun Sinergitas bersama Jurnalis Dalam Penguatan Pengelolaan Media Informasi dan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019”, di Fave Hotel Sidoarjo.

“Ada sebuah informasi yang memang sudah keluar dari beberapa laporan masyarakat, adanya identifikasi yang sudah mulai muncul, meski sampai saat ini masih belum sampai muncul ke publik. Karena memang belum ada lawan mainnya,” cetus Komisioner Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugroho.

Diperkirakan potensi terjadinya money politik jelang Pilpres 2019 mencapai 60 persen. Diakui, sejak sepekan ini bawaslu sudah melakukan identifikasi melalui quisioner dimasing-masing kecamatan dengan melibatkan pihak penyelenggara terkait.

“Potensi itu bisa dilihat dimasing-masing kecamatan. Bagaimana dimensi politik uang di Sidoarjo sudah sangat kencang. Deteksi itu memang perlu. Bagi kami, ini menjadi potensi agar kami bisa melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap money politik,” terangnya.

Dengan adanya hal itu, sangat dirasa perlu Bawaslu menjalin sinergitas bersama insan pers dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu mendatang.

“Kita akan bangun sinergi dengan insan pers. Karena ada beberapa hal kedepan, dimana insan pers sebagai mitra pengawasan, pemberi masukan dan evaluasi bagi kami. Ketika ada beberapa potensi pelanggaran, pola dan potensi untuk sama-sama melakukan pencegahan. Terutama pencegahan terhadap money politik,” tandasnya.

Disisi yang lain, Koordinator Divisi Penyelesaian sengketa Bawaslu Sidoarjo, Jamil menambahkan sebagai pilar demokrasi, insan pers dirasa perlu menjalin sinergitas bersama penyelenggara pemilu. Alasannya, Disamping sama-sama menguatkan system’ demokrasi yang ada, juga bisa mengaktualisasikan demokrasi dengan baik.

“Peran media sangat penting. Karena ini bagian dari pintu masuk jalannya demokrasi. Sehingga dalam pemilihan nanti bisa melahirkan pemimpin bangsa yang amanah,” pungkasnya. KBID-TUR

Related posts

Tabrak Dua Kendaraan, Mobil Avanza Hancur

RedaksiKBID

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pengusaha Reklame Bantu KPU Sosialisasi Pilwali

RedaksiKBID

Mati Mendadak saat Belanja, Pasar Larangan Geger

RedaksiKBID