KampungBerita.id
Kampung Gaya Surabaya Teranyar

Bumantik Wonokromo Gelar Lomba Mars 1J1R, Reni: Alhamdulillah tidak Ada KLB DB di Surabaya

Mbak Reni saat didapuk menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba

KAMPUNGBERITA.ID – Sejumlah kader kesehatan di Kelurahan Wonokromo menggelar Lomba Mars 1J 1R Lomba Gerak dan Lagu Mars 1 Rumah 1 Jumantik (1R1J) se Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, di Jl Pulo Tegalsari II, Sabtu (10/2).

Meski skala kelurahan, lomba ini menjadi ajang beradu gengsi bagi masing-masing tim dari 8 RW yang menjadi peserta. Lomba tersebut merupakan motivasi Kepala Puskesmas Wonokromo dan inisiatif Kader Kesehatan yang didalamnya ada Bumantik atau Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang th 2015 peraih juara 1 Jumantik tingkat Provinsi th 2015 mewakili Kota Surabaya.

Ketua Panitia lomba, Iin Rohim menegaskan, bahwa Bumantik merupakan tangan dan kaki kegiatan lomba. “Lomba kita laksanakan bersama, semua panitia. Meski panitia kenal peserta namun penilaian seadil mungkin. Ini untuk sosialisasi 1R1J. Tiap rumah harus ada 1 Jumantik,” pesan Iin.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Reni Astuti yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, Lomba Gerak dan Lagu 1R1J yang digelar tingkat kelurahan baru pertama kali yang dia ketahui. “Harapannya ini bisa diikuti, bisa menginspirasi kelurahan-kelurahan lain. Tadi saya sempat foto, share ke Kepala Dinas Kesehatan dan responnya luar biasa,” ujar Mbak Reni sapaan akrab wanita berkerudung tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F PKS) DPRD Surabaya ini berpesan ke warga bahwa Surabaya dicanangkan sebagai kota sehat karena itu pemkot terus berupaya memfasilitasi peningkatan derajat kesehatan jasmani dan rohani segenap warga kota dengan mengimplementasikan gagasan pengembangan kota yang sehat, bersih dan mandiri.

“Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan RT, RW, Jumantik, dan semua warga,” imbuh Reni.

Demam berdarah (DB), kata Reni, masih ada di Surabaya dan harus terus diwaspadai. Kendati Kota Pahlawan ini tidak masuk daerah Kondisi Luar Biasa (KLB) DB. “Alhamdulillah tidak ada KLB DB, namun lomba yel-yel, gerak dan lagu ini akan menguatkan semangat Jumantik dan memunculkan kader baru,” pesannya.

Sementara itu, pada Lomba Gerak dan Lagu Mars 1R1J menetapkan juara, yakni RW IV juara 1, RW V juara 2, dan RW III juara 3. Juri dari unsur Kader Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Pemerintahan dan Otoda Pemkot Surabaya, serta unsur Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Surabaya.

“Ada banyak indikator penilaian, yakni teknik suara, harmonisasi suara, penjiwaan, kompak, dan penampilan yang didalamnya ada kostum,” terang Satrija Wibowo, juri dari Bagian Pemerintahan dan Otoda Pemkot Surabaya.

Semua peserta menjunjung tinggi hasil lomba. Paling tidak, kata dia, sudah berusaha dan bisa menggelorakan sosialisasi 1R1J yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

“Kader Kesehatan unsurnya banyak. Ada kader bumantik atau jumantik, kader lansia, kader posyandu, kader paliatif, kader posbindu yang menangani penyakit tak menular, dan kader kesehatan jiwa atau Karsewa. Semua senang mengikuti dan menyaksikan lomba,” kata Tri Novita Wulandari, tim kreatif RW IV.

Lain halnya dengan penuturan Upik Atta, yang akrab disapa Atta dari RW II. Dia dan tim mengaku latihan sejak sebulan sebelum lomba. “Latihannya seminggu sekali,” tuturnya.

Siti Nurul Chomari dari RW I mengaku timnya persiapan penuh dalam latihan. Termasuk membuat kostum dari tas kresek yang dipercantik dengan bros berbahan kain plannel bekas. Mahkota serta hiasan lain dari tas kresek melengkapi penampilan tim. “Kostum kami mengedepankan unsur 3 M, yaitu menguras, mengubur, menutup,” Kamsini, tim RW I melengkapi.KIBD-NAK

Related posts

2018, Pemkot Surabaya Gerojok Rp 30,67 Miliar untuk Perbaikan 1.038 RTLH

RedaksiKBID

Komisi C Tantang Pemkot Bongkar Bangunan PT Golden City

RedaksiKBID

Bupati Bojonegoro Kagum Ciri Khas Pampang sebagai Sektor Pariwisata di Kota Samarinda

RedaksiKBID