
KAMPUNGBERITA.ID-Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri menegaskan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026 harus menjadi pengingat untuk menjaga semangat kebersamaan dan membangun Surabaya sebagai kota inklusif.
Menurut dia, 10 November adalah tonggak sejarah bagi Kota Surabaya yang tidak boleh lepas dari kata Bung Karno, Jangan Lupakan Sejarah (Jasmerah). Karena sejarah itulah yang menjadikan fondasi atas perilaku, nalar untuk kepentingan dan menjaga kesemuanya. “Kesadaran berjuang dimulai dari pemahaman bahwa kita tidak sendiri. Warga Surabaya harus menjaga stabilitas kehidupan, kewenangan, dan kepentingan bersama. Dengan 10 November ini, ayo kita bangun kota ini sesuai dengan visi Pak Wali Kota Eri Cahyadi bahwa Surabaya kota inklusif. Kita semua, Pemkot, Forkopimda, masyarakat, LSM dan semuanya. Ayo kita bangun kota ini menjadi kota yang bisa mengantar senyuman bagi semua masyarakat,”ungkap dia, Kamis (5/11/2026) malam.
Untuk itu, Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri, berharap visi inklusif dari eksekutif dan legislatif terus menjadi arah Pemerintahan Surabaya agar tidak ada warga yang tertinggal.
Menanggapi situasi Jakarta yang sempat siaga 1, Kaji Ipuk memastikan Surabaya dalam kondisi aman.
“Insyaallah di Surabaya tidak ada efek dari situasi yang ada di Jakarta karena kita sering koordinasi dengan Forkopimda, antisipasi, koordinasi dengan semua pihak. Jadi, di masyarakat Surabaya tumbuh kesadaran yang amat sangat tinggi tentang menjaga kotanya karena arek-arek Suroboyo cinta atas kotanya,”tegas dia.
Meski demikian, Kaji Ipuk yang juga Sekretaris DPC PDI-P Kota Surabaya ini tetap berpesan agar warga tidak melupakan semangat para pendahulu.
“Ya, pesan kepada masyarakat, ayo kita jaga. Jangan tinggalkan suri tauladan pendahulu kita membangun kota ini menjadi Kota Pahlawan. Nalar seluruh masyarakat yang ada di kota ini adalah nalar kebersamaan, nalar untuk bisa berbagi, menjaga, dan terus peduli itu ada di kota ini,” pungkas dia. KBID-BE

