KampungBerita.id
Peristiwa Teranyar

Erupsi dan Lontaran Pijar Anak Krakatau Terus Terjadi, Masyarakat Resah

Pascatsunami erupsi dan lontaran pijar anak Gunung Krakatau masih terjadi. Kondisi ini membuat masyarakat resah.@IlustrasiKBID

KAMPUNGBERITA.ID – Masyarakat baik di wilayah Banten maupun di Lampung Selatan masih resah dengan tsunami yang diakibatkan aktivitas anak Gunung Kratkatau. Keresahan terus dirasakan lantaran hingga kemarin, aktivitas gunung tersebut masih terus terjadi.

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Kristianto menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih level dua, alias Waspada.

“Sampai sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi, karena erupsi masih terjadi, aliran larva, lontaran material pijar, suara dentuman masih ada,” ujar dia di Kantor Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau, Selasa (25/12).

Menurut dia, wajar jika masyarakat masih resah dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika kondisi sedang sepi, maka suara dentuman kencang dari Gunung Anak Krakatau bisa terdengar hingga puluhan kilo meter.
“Aktivitas seperti ini berlangsung dari bulan Juni. Paling tinggi malah di bulan September dan Oktober dentumannya. Kaca sampai getar,” kata dia.

Maka dari itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak mencoba mendekati Gunung Anak Krakatau hingga kondisi kembali normal.

“Diharapkan masyarakat tidak memasuki area dalam radius 2 kilo meter dari Gunung Anak Krakatau. 2 kilo meter dari pusat kegiatannya,” kata dia.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan sedahsyat erupsi Gunung Krakatau pada 26 sampai 27 Agustus 1883 silam.

“Tidak akan,” tutur Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (25/12).

Menurut Sutopo, Gunung Anak Krakatau bertambah tinggi empat sampai enam meter setiap tahunnya usai letusan. Untuk kembali layaknya Gunung Krakatau, masih membutuhkan waktu ratusan tahun.
“Untuk letusan besar masih dibutuhkan 500 tahun ke depan,” jelas dia.

Terlebih, peristiwa letusan dahsyat pada 1883 terjadi akibat erupsi tiga gunung yang ada di Selat Sunda secara bersamaan. Yaitu Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuwatan.

“Tiga gunung dengan dapur magma yang begitu besar meletus bersamaan dengan dahsyat sekali tahun 1883. Setelah letusan, gunungnya habis. Baru tahun 1927 muncul lah Gunung Anak Krakatau, dapurnya tidak akan besar seperti sana,” ujar Sutopo.KBID-NAK

Related posts

Curi Kosmetik, Pasangan Suami Istri Diamankan Polsek Gedangan

RedaksiKBID

Antar Sabu ke Hotel, Seorang Pengedar Dibekuk Polisi

RedaksiKBID

28 Jenazah Korban Semeru Telah Diambil Keluarganya

RedaksiKBID