
KAMPUNGBERITA.ID-Warga Kalianak Timur merasa resah adanya tumpukan sampah tebal yang menutup Sungai Kalianak. Warga ingin agar sungai tersebut dikeruk.
Keluhan ini disampaikan warga Kalianak Timur Gang Rahmad 1A, Ibu Sucipto saat hearing di Komisi C, Kamis (10/3/2022).
“Tumpukan sampah itu membuat warga resah. Karena jika terjadi banjir, dua hari air tidak surut. Karena itu, kami minta dilakukan pengerukan. Apalagi selama ini pemkot tak pernah melakukan normalisasi,” ujar dia.
Hal senada diungkapkan Ketua RW 7 Kalianak Timur, Abdul Syukur. Dia mengaku, masalah sampah di Sungai Kalianak sudah bertahun-tahun, tapi belum bisa tertangani dengan baik. Apalagi, lebar sungai mengalami penyempitan cukup signifikan.
“Waktu saya masih kecil lempar batu dari ujung ke ujung tak sampai.Karena lebarnya masih 25-30 meter. Bahkan, perahu nelayan pun bisa hilir mudik dengan lancar. Tapi sekarang ini sungai mengalami penyempitan dan lebarnya tinggal 1-1,5 meter dan penuh sampah.
Bahkan, air nyaris tidak terlihat karena tertutup sampah,” ungkap dia.
Dia menyatakan, meski sudah akrab dengan banjir plus rob, warga tak menuntut macam-maca.Mereka hanya ingin bibir sungai tersebut diplengseng agar tak kelihatan kumuh.”Ya terserah Pemkot asal rapi. Masak kota sekelas Surabaya yang di tengah kota kelihatan asri dan indah, tapi di pinggiran masih ada yang kumuh, ” tandas dia.
Lurah Morokrembangan Nurhayati mengatakan, setelah mendapat pengaduan dari RW, pihaknya langsung cek lokasi. “Kita sudah kirim surat ke dinas terkait untuk realisasi pengerukan Sungai Kalianak yang dipenuhi sampah plastik dan popok bayi,” jelas dia.
Sementara Koordinator Pemeliharaan Saluran, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya, Achmad Idi mengatakan, untuk melakukan pengerukan, memang ada bangunan yang harus dikepras. Jika ini ada titik terang, pihaknya akan memasukkan alat berat. Karena timnya akan bekerja di saluran itu pakai alat berat di atas ponton.
“Nanti kita akan melakukan pengerukan dan sedimennya kita masukkan truk untuk diangkut ke tempat pembuangan,”jelas dia.
Soal ketebalan sampah di Sungai Kalianak, Idi menyatakan kurang lebih tiga meter. Karena di sungai tersebut tidak hanya sampah saja, tapi di bawah sampah kan ada sedimen-sedimen yang akhirnya menumpuk. Ketika saluran itu berhenti, kata dia, maka endapan laju sedimen cepat turun ke bawah. ” Ya, rencana pengerukan memang tiga meter,” imbuh dia.
Untuk memasukkan alat berat ke sungai dan pelebaran sungai, memang banyak bangunan rumah yang harus dikepras dari dua wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan.
” Ya, lebih kurang 200 persil yang ahrus dikepras,” imbuh dia.
Lebih jauh, Idi menandaskan, sebenarnya panjang Sungai Kalianak sekian kilometer, tapi untuk tahap pertama ini akan dikerjakan 688 meter.
Butuh waktu berapa lama?” Kalau sudah klir, dan dapat titik pembuangannya , mungkin dua bulan, tegas dia.
Lebih jauh, Idi menambahkan, jika pada Desember lalu, sudah ditentukan titik as-nya, yakni di tengah Jembatan Kalianak. ” Dari situ nanti akan ditarik kanan kirinya tujuh meter,” imbuh dia.
Perwakilan Bappeda Litbang Andy P menambahkan, untuk anggaran pembangunan fisik plengsengan, belum dianggarkan.
Sementara untuk mengantisipasi banjir rob, lanjut dia, akan dibangun rumah pompa dan pintu air.
Menanggapi keluhan warga Kalianak Timur, Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo menegaskan,
normalisasi Sungai Kalianak ini kan sebenarnya sudah lama, terus dibiarkan.Akhirnya dibiarkan dan kemarin viral di medsos.
Menurut Agoeng, semua sungai itu lebarnya lebih 20 meter. Tapi sekarang tinggal 1,5- 2 meter. “Jadi ada pemakaian tanah atau bibir sungai, yang secara aturan sebenarnya tidak boleh. Tapi dalam kurun waktu puluhan tahun ada pembiaran di sana.
Akhirnya banyak penduduk ber-KTP Surabaya dan legal. Artinya, mereka punya KTP Surabaya yang diberi Pemkot Surabaya.” Kalau sejak awal ada pencegahan, tidak akan terjadi seperti ini, ” ungkap dia.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan sekarang ini terjadi penumpukan sampah plastik dan popok bayi. Dari jembatan Sungai Kalianak sampai ke arah tambak penuh sampah.Dan sekarang jadi permasalahan, kalau hujan sampah-sampah itu meluap ke kiri kanan sungai.
“Filosofi air itu, kalau jalan dia diambil manusia, pasti jalan manusia dia ambil dan masuk ke sela- sela, ” tegas dia.
Lebih jauh, Agoeng menambahkan, selama ada pengaduan ke Komisi C, akan diselesaikan secara tuntas dan dikawal.
” Selama ini tak pernah ada laporan masuk ke Komisi C. Kita hanya dapat laporan mau dinormalisasi ternyata tak bisa. Lantas dibiarkan begitu saja.
” Ketika PU masih dipimpin Bu Erna, katanya dianggarkan untuk beli eskavator kecil yang bisa masuk ke lokasi. Ternyata pada 2022 tak dianggarkan. ” Sebenarnya Pemkot punya eskavator besar. Tapi kalau si masukkan ke sungai akan nyenggol rumah-rumah sebelahnya karena telanjur menjorok ke sungai, ” jelas dia.
Menurut Agoeng, Sungai Kalianak harus dinormalkan dulu, biar tak ada sampah lagi. Biar air jalannya enak.Selebihny A Pemkot harus punya ketegasan.
“Warga Karangan harus legowo. Harus sadar kalau tidak Pemkot harus menggunakan ketegasannya. Biar semua enak, ” ucap dia. KBID-BE

