KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Kader Golkar Nilai Arif Fathoni Cocok Lanjutkan Kepemimpinan Eri Cahyadi

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID
Menjelang Pemilu 2029, sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Surabaya sudah dipersiapkan untuk bertarung di Pilkada Surabaya 2029.

Sebenarnya ini hal biasa. Justru akan terasa ganjil jika tidak ada pimpinan partai yang menyiapkan diri untuk maju pilkada.
Contohnya, PKB Kota Surabaya sudah ancang-ancang dengan menyiapkan ketuanya, Muhammad Faridz Afif. Kemudian Ketua DPD Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso juga disebut-sebut telah disiapkan jadi kandidat. Begitu juga, Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya yang juga Wali Kota Surabaya, Armuji digadang-gadang akan jadi kontestan. Namun, semua keputusan ada di tangan DPP masing-masing partai. Bagaimana dengan DPD Partai Golkar Kota Surabaya?

Ketika menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Wyhndam, Minggu (13/9/2026), Ketua Panitia Pelaksana Rakerda, Agoeng Prasodjo sempat melempar sejumlah joke-joke segar saat membacakan laporan kepanitiaan di hadapan para undangan.

Salah satu joke yang dilontarkan Agoeng menyebut nama Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Golkar, Arif Fathoni.
“Kalau di DPR koornya ramai sedikit, aman dengan Mas Toni yang menjadi ‘pemadam kebakaran‘,” ujar dia disambut tawa undangan dan peserta.

Julukan ‘pemadam kebakaran’ itu merujuk pada peran Arif Fathoni yang dinilai piawai meredam dinamika di internal DPRD Kota Surabaya.

Usai mencairkan suasana, Agoeng yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya langsung mengarahkan pembahasan ke agenda politik. Dia mengusulkan agar Partai Golkar mendorong Arif Fathoni yang kini sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim, maju pada kontestasi Pilkada  Surabaya 2029.
“Bisa didorong selanjutnya untuk teruskan Pak Eri Cahyadi, setuju teman-teman?”tanya Agoeng.

Pertanyaan itu dijawab serentak “Setuju” oleh peserta Rakerda. “Berarti tinggal dorongannya untuk maju Pilkada Surabaya,” tambah Agoeng seraya menyebut Rakerda DPD Partai Golkar Surabaya sendiri digelar sebagai forum konsolidasi internal sekaligus pemetaan strategi pemenangan partai di Surabaya.

Merespons usulan sejumlah kader yang mendorong nama Arif Fathoni untuk bertarung di Pilkada Surabaya, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi belum memberi sinyal tegas. Dia menegaskan saat ini partainya masih memprioritaskan konsolidasi internal.
“Ya, kita lihat waktu dan momentum. Sekarang masih fokus di konsolidasi kita. Siapa pun kader partai boleh memposisikan diri mau ke mana silakan. Tapi kita fokus konsolidasi dulu,” tegas Ali Mufthi.

Menurut dia, Golkar tidak menutup ruang bagi kader yang ingin maju di kontestasi politik. Namun keputusan final akan ditentukan setelah proses konsolidasi di tubuh partai selesai. “Semua yang memiliki potensi untuk memenangkan Partai Golkar di Jatim akan kita ajak bekerja sama,” tutur dia.

Hingga saat ini, DPD Golkar Jatim memang belum membuka penjaringan resmi bakal calon kepala daerah. Partai berlambang pohon beringin itu disebut masih menunggu peta politik yang lebih jelas.

Pilgub Jatim

Di sisi lain, H. Ali Mufthi dalam sambutannya sempat menyebutkan bahwa Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bisa menebarkan apa yang menjadi pemikiran-pemikiran Partai Golkar. Sementara nama Eri Cahyadi juga masuk dalam bursa Pilgub 2029. Apakah Golkar juga akan mengusung Eri Cahyadi dalam bursa tersebut?

Ali Mufthi juga belum memberikan sinyal bakal mengusung Eri Cahyadi yang notabene kader PDI-P. Menurut dia,
menebar kebaikan siapapun boleh untuk bisa bersama Golkar. “Ya, siapapun boleh untuk menebar kebaikan. Tetapi dalam persoalan ini kita belum berpikir. Berpikir kita itu konsolidasi di sini selesai sampai tingkat paling bawah,”ungkap dia.

Secara figur dan modal pemerintahannya Wali Kota Eri Cahyadi saat ini apakah memenuhi syarat?
“Saya pikir semua, Pak Blegur juga memenuhi syarat. Pak Blegur kan di DPRD Provinsi itu pasti memahami bagaimana Surabaya dan sekitarnya. Semua boleh,” tegas dia.

Lantas sosok seperti apa yang diinginkan oleh Golkar dalam Pilgub nantinya? “Ya, persoalan gubernur itu kewenangan di DPP. Tapi kalau secara normal, siapapun boleh mencalonkan jadi gubernur asal untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Jual Sabu, Bos dan Karyawan Nasi Goreng Asal Sidoarjo Berhasil Diringkus Polisi

RedaksiKBID

Tentukan Bacawali, Gerindra Surabaya segera Gelar Rakercabsus

RedaksiKBID

Punya Skill Baru, Peserta Pelatihan Disperinaker Bojonegoro Siap Mandiri

RedaksiKBID