
KAMPUNGBERITA.ID-Pasca Khoirul Anwar pensiun, posisi Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS- KBS) mengalami kekosongan sampai sekarang ini.
Meski demikian, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta menilai jabatan dirut tidak terlalu mendesak. Mengingat performa dari dua direksi yang saat ini memimpin secara kolektif-kolegial sudah berjalan baik dan mampu membawa KBS pada capaian positif.
Dia menyebut dari berbagai indikator kinerja menunjukkan peningkatan, mulai dari pendapatan yang berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberhasilan program pertukaran satwa, hingga inovasi wahana, dan kegiatan konservasi yang semakin berkembang. “Kalau kita melihat performanya selama dipegang berdua ini, inovasi, wahana, pertukaran satwa, konservasi, semuanya berjalan baik. Bahkan catatan keuangan juga menunjukkan peningkatan,” jelas dia, Rabu (13/8/2025).
Meski demikian, Yuga tetap mendorong agar kekosongan jabatan dirut diisi dengan figur yang tepat. Dia menegaskan, kriteria calon dirut harus jelas, mulai dari memiliki visi dan misi yang terarah, inovasi yang terukur, hingga target pendapatan yang realistis tanpa mengesampingkan upaya konservasi satwa. “Kalau memang tidak ada calon yang memenuhi kriteria tersebut, saya rasa tidak masalah jika dua direksi ini melanjutkan kepemimpinan. Kinerja mereka sudah cukup membuktikan,”ungkap dia.
Politisi PSI ini menambahkan, apabila pengisian jabatan dirut tetap dilakukan, prosesnya harus sesuai prosedur, termasuk pembentukan panitia seleksi (pansel) bila diperlukan. Dia juga membuka kemungkinan menunjuk salah satu dari dua direksi yang ada, mengingat keduanya dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik.
“Yang jelas, siapapun yang terpilih harus memiliki komitmen untuk membuat KBS lebih baik daripada sebelumnya, baik dari sisi pendapatan maupun konservasi,”tandas Yuga.
Sebagai informasi, dua direksi yang dimaksud adalah Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PDTS KBS, Muhammad Nahroni dan Direktur Operasional Nurika Widyasanti.
Sebelumnya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan dirut yang akan datang harus membuat yang tidak mungkin jadi mungkin.” Kami butuh inovasi-inovasi dalam pengembangan KBS,” ujar dia.
Dia menekankan bahwa tidak ingin sembarangan memilih orang untuk menduduki jabatan tersebut. Eri Cahyadi mencari sosok yang benar-benar tepat dan memiliki kemampuan untuk memajukan KBS, karena pemilihan yang terburu-buru bisa merugikan perusahaan. KBID-BE

