KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Komisi C DPRD Surabaya Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Warga dan PT Golden City di Dukuh Pakis

Komisi C DPRD Surabaya saat dengar pendapat terkait sengketa lahan di Dukuh Pakis.@KBID2021
KAMPUNGBERITA.ID – Sengketa kepemilikan lahan antara perwakilan keluarga almarhum  Parlian dengan PT Golden City  di daerah Dukuh Pakis mulai ada titik terang. Ini setelah kedua pihak yang bersengketa menunjukkan bukti surat kepemilikan kaitannya dengan obyek yang disengketakan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Endi Suhendi mengatakan,
dalam hearing di ruang Komisi C  DPRD Surabaya, Kamis (3/6/2021), pihak almarhum Parlian yang diwakili Nuriman memiliki bukti kepemilikan tanah berupa  surat Letter C tanah Persil seluas 3.380 meter persegi.
Dia menjelaskan, persil yang dimaksud sampai sekarang  masih tetap sama,  lokasinya juga ada, dan tidak pernah  berpindah tangan ke orang lain. Artinya, tidak pernah dijual ataupun dihibahkan ke pihak lain.
Sementara dari perwakilan  PT Golden City juga membawa dua sertifikat, yakni sertifikat nomor 397 seluas 1.395 meter persegi dan sertifikat nomor 408 seluas 2.015 meter persegi.
“Yang satu sertifikatnya keluar tahun 1992 dan pada 1997 dibeli PT Golden City. Kami menengarai sesuai dengan gambar kelihatannya letak lokasi persil kedua belah pihak berbeda, ” ujar dia.
Menindaklanjuti rapat hearing tersebut, kata Endi, Komisi C, BPN Surabaya I, Bagian Hukum Pemkot Surabaya,  Lurah dan Camat Dukuh Pakis akan melakukan pengecekan ke lokasi atas permasalahan yang disengketakan, Senin (7/6/2021).
“Intinya letak lokasi, luasan,  nomor persil dan nomor sertifikat milik PT Golden City sudah tercatat. Kami berharap pekan depan semuanya bisa terjawab oleh BPN dan diberitahukan kepada kedua belah pihak, ” ungkap dia.
Apakah ada kejanggalan terkait kasus kepemilikan lahan oleh PT Golden City?  Menurutnya mungkin itu salah letak lokasi. Karena sesuai gambar sertifikat  yang disampaikan perwakilan PT Golden City,  tampaknya lokasi yang dipermasahkan itu bukan letak lahan milik almarhum Parlian.
“Keluarga almarhum Parlian permohonannya kan sesuai  buku kretek di kelurahan. Lokasinya memang benar di situ dan obyeknya ada. Sekarang berdiri bangunan di situ kelihatannya  dibuat lahan parkir. Tapi kalau yang disampaikan PT Golden City jika dilihat dari nomor dan lokasinya itu salah letak, ” pungkas dia.
Lurah Dukuh Pakis Moerita menjelaskan, lahan yang disengketakan itu tercatat di kelurahan berupa surat Letter C  Atan nama almarhum Parlian. “Masih  belum ada peralihan apapun. Tanah itu seluas  3.380 meter persegi. Hanya itu yang kami tahu,” tandas dia.
Sementara perwakilan dari BPN Surabaya I, Dedy menuturkan, jika informasi sertifikat pengadu (keluarga almarhum Parlian) menyebutkan petok berbeda dengan yang dimiliki  PT Golden City. ” Ya nanti  kami akan koordinasi dengan seksi terkait (arsip) untuk mengecek proses penerbitan sertifikat 397 dan 408,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Physical Distancing Berlaku di Kawasan Gading Fajar Sidoarjo

RedaksiKBID

Terapkan PPKM, Komisi A DPRD Surabaya Minta Semua Pihak Lakukan Koordinasi

RedaksiKBID

Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Berinisial F

RedaksiKBID