
KAMPUNGBERITA.ID – Rencana 22 anggta DPRD Kota Malang naik bus pariwisata meunju Bandara Juanda Surabaya untuk kemudian melanjutkan ke Jakarta menggunakan pesawat guna memenuhi panggilan KPK, gagal total. Mereka justru lari terbirit-birit saat mengetahui banyak wartawan yang menyanggong rencana keberangkatan tersebut.
Seperti diketahui, para anggota dewan berencana menggunakan bus bersama-sama menuju Surabaya dengan titik kumpul di Jalan Kertanegara Kota Malang. Bus dengan nopol N 7345 UA berangkat dari Kota Malang sekitar pukul 15.20 WIB.
Semula di dalam bus ditumpangi beberapa anggota dewan yang hendak menjalani pemeriksaan. Namun ketika melihat kedatangan wartawan, sebagian langsung turun dan meninggalkan lokasi dengan kendaraan pribadi.
Bus akhirnya berangkat hanya ditumpangi empat orang anggota DPRD yakni Arief Hermanto (PDIP), Teguh Mulyono (PDIP), Sugiarto (PKS) dan Syamsul Fajri (PPP). Sejak pukul 13.30 WIB, bus warna oranye sudah terparkir di Jalan Kertanegara. Tidak jauh dari Gedung DPRD Kota Malang, menunggu penumpangnya.
Sugiarto datang di lokasi diantar seorang perempuan menggunakan sepeda motor. Sementara Syamsul Fajri datang di lokasi diiringi puluhan saudara dan keluarganya. Tampak kedua orang tua serta adik dan kakaknya berikut istri masing-masing.
“Saya belum tahu, tapi memang dipanggil, 22 orang,” kata Syamsul Fajri. Syamsul Fajri pun memeluk satu per satu keluarganya sebelum memasuki bus. Tampak juga terlihat membawa Alquran.
“Keluarga untuk memberikan semangat, agar siap menghadapi segala kemungkinan. Saya sebagai orang muslim, biasa membawa Alquran ya, apapun yang terjadi siap, ok,” katanya. KBID-MLG

