KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Peluncuran Buku ‘Menjadi Cahaya’, Reni Astuti: Luar Biasa, PKS Punya Semangat Literasi yang Bagus

Anggota DPRD RI dari Fraksi PKS, Hj Reni Astuti  (kanan) memuji peluncuran buku ‘Menjadi Cahaya’.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Hj Reni Astuti mengapresiasi pengurus PKS Kota Surabaya yang telah melaunching buku ‘Menjadi Cahaya’. Buku yang diinisiasi Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) ini diluncurkan di Kota Lama Surabaya, Minggu (6/7/2025) pagi.

Bahkan, buku ini mendapat pujian khusus dari Reni Astuti karena dianggap sangat spesial. “Buku ini spesial. Saya hanya bisa komen, amazing (luar biasa),”ujar dia.

Menurut Reni Astuti, buku ‘Menjadi Cahaya’ ini menunjukkan bahwa PKS memiliki semangat literasi yang bagus. Bagaimana kader-kader, pengurus, utamanya kaum perempuan PKS ini memiliki literasi yang baik dengan menorehkan pengalamannya, kisah-kisah inspiratif yang tertuang dalam buku ini.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 ini berharap semoga buku ‘Menjadi Cahaya’ ini bisa menjadi cahaya yang menerangi dan menjadi sumber inspirasi bagi siapapun yang membacanya. Bahkan, dia mengajak perempuan-perempuan di Kota Surabaya untuk membaca buku tersebut, supaya bisa menginspirasi semangat para perempuan.

“Perempuan harus semangat dan bisa melakukan aktivitas, di samping aktivitas utama bersama keluarga. Tapi bagaimana kemudian dengan potensi yang dimiliki memberikan kontribusi yang baik untuk partai, Kota Surabaya, dan tentu saja untuk semua perempuan yang ada di Kota Surabaya. Sekali lagi amazing untuk buku ini, ” ungkap dia.

Sementara dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025, seberapa penting ketahanan keluarga bisa meminimalisasi angka perceraian yang masih tinggi di Surabaya, Reni Astuti menegaskan, bahwa masalah keluarga harus tetap menjadi perhatian bagi bapak-bapak. Ya, perempuan dan lelaki sama-sama.
Untuk itu, pernikahan harus benar-benar disiapkan oleh kedua calon mempelai.

” Di sini keluarga punya peran penting untuk mempersiapkan anak-anaknya untuk siap dalam pernikahan guna memahami hak dan kewajiban masing-masing, ” tandas dia.

Reni Astuti menyebut pemerintah dan negara harus hadir dengan program-program yang dimiliki untuk menyiapkan, mengingat kasus perceraian di Indonesia umumnya dan Surabaya khususnya masih tinggi. Ini problem

Selain itu, problem ekonomi juga harus menjadi perhatian dari pemerintah. Bagaimana kemudian agar keluarga-keluarga di Surabaya ada peningkatan ekonominya

Sementara berdasarkan data di Pengadilan Agama (PA) Kota Surabaya periode Januari-Maret 2025, terdapat 1.471 perkara perceraian yang terdaftar. Dari jumlah tersebut ada 415 perkara adalah cerai talak yang diajukan oleh suami, dan ada 1.056 perkara adalah gugat cerai yang diajukan oleh istri. KBID-BE

Related posts

Raih Suara Terbanyak di Golkar, Achmad Nurdjayanto: Ini Hasil Kerja Gotong Royong

Baud Efendi

Juara Liga 3 Jawa Timur, Adriyanto : Persibo Optimis Melaju Naik Kelas

DJUPRIANTO

Plt Wali Kota dan Forpimda Surabaya Disuntik Vaksin Tahap Dua, Warga Diminta Tak Takut Divaksin

RedaksiKBID