KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Pemkot Surabaya dan Pengembang Diminta segera Realisasikan JLLB

Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri menunjukkan site plan rencana pembangunan JLLB

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi C DPRD Surabaya meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya serius dalam menyelesaikan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Komisi yang salah satunya membidangi tentang pembangunan itu menilai belum ada koordinasi antar OPD untuk segera merealiasasikan jalan sepanjang 18 kilometer tersebut.

Dalam hearing yang dilaksanakan antara Komisi C, OPD terkait dan sejumlah pengembang, Kamis (21/12) terungkap belum ada koordinasi yang matang antar OPD maupun pengembang. Padahal, dari sisi anggaranKomisi C mendukung penuh terealisasinya proyek untuk berfungsi untuk mengurangi kemacetan tersebut.

“Setelah saya tanya usulan dari wali kota itu belum digarap dengan baik oleh jajaran di bawahnya,”kata Ketua Komisi C, Syaifuddin Zuhri.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, dari 450 persil lahan yang menjadi tanggungan pemkotuntuk dibebaskan, baru 140 persil yang sudah dibebaskan. Diharapkan, dengan target penyelesaianyang jelas JLLB bisa segera terealisasi. “Tampaknya masih sulit bisa direalisasikan dalam dua atautiga tahun kedepan,” ucapnya.

Dirinya berharap, koordinasi antar OPD di antaranya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang serta Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) bisa dilaksanakan. Selain itu, dinas juga harus memiliki data jumlah pengembang yang terlibat dalam penyelesaian JLLB. “Apalagi JLLB juga menghubungkan kawasan stadion Gerola Bung Tomo yang sering padat penonton sepak bola,” ujarnya.

Menurutnya, JLLB yang menghubungkan Lakasantri hingga Romokalisari itu pada tahun 2018 dianggarkan senilai Rp 55 miliar untuk pembebasan persil. Di sisi lain, dinas juga harus bisa mengajak kerja bareng agar pengemabng turut serta membangun jalan. “Biar segera tuntas karena rencana JLLB sudah sejak 2014,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Komisi C Riswanto. Menurutnya, koordinasi antar dinas harus dilakukan karena kebutuhan JLLB sangat mendesak. “Saat ditanya data belum lengkap itu kan menandakan kurang ada komunikasi untuk menyelesaikan JLLB” terangnya.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi mengatakan, ada 10 pengembang yang nantinya terlibat dalam pembangunan JLLB. Sebanyak delapan pengembangnaungan dari Citra Land dan dua lainya masing-masing milik Bumi Serpong dan Mitra Karya. “Kita terus lakukan komunikasi untuk bantu dina terkait selesaikan JLLB,” pungkasnya. KBID-DJI

Related posts

Bohong Bawa HP saat di Sekolah, Siswa SMP Mengaku Ditampar Guru

RedaksiKBID

Kasus Covid-19 Tinggi, Gedung Dewan Perketat Prokes, Legislator Tes Swab 2 Minggu Sekali

RedaksiKBID

Bantu Modal, Sembako, dan Tebus Kartu PKH, Wawali Armuji Minta Lurah, Camat, dan Dinsos Responsif jika Temui Warganya Alami Kesulitan

RedaksiKBID