KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Perwali Belum Jelas, Botol Ongkos Bus Suroboyo Menumpuk

Botol-botol yang digunakan penumpang untuk membayar Bus Suroboyo menumpuk dan masih belum jelas akan dikemanakan.

KAMPUNGBERITA.ID – Bank Sampah Induk Ngagel untuk sementara tidak menerima penukaran botol plastik dengan tiket Bus Suroboyo, menyusul belum jelasnya peraturan yang mengatur soal nilai ekonominya.

“Kita tidak berani menerima, karena bagaimana pertanggungjawaban uang penjualan botol itu nanti, hasil itu disetorkan kemana kalau tidak ada perwali. Itu lumayan buat kami” kata Nurul Hasanah Humas Bank Sampah Induk Ngagel.

“Tapi kalau pemkot ya berani menerima, kan mereka simpan sendiri. Kalau memang mereka mengambil nilai ekonomis ya biar mereka sendiri yang bertanggung jawab nantinya.” lanjut Nurul

Nurul menambahkan kerjasama penukaran botol plastik dengan tiket Bus Suroboyo antara Pemkot Surabaya dengan Bank Induk Sampah dibawah Yayasan Bina Bakti Lingkungan, dilakukan sejak Bus itu dikenalkan kemasyarakat. Tapi 3 minggu kemudian kerjasama itu dihentikan oleh Pemkot Surabaya karena menunggu Peraturan Walikota (Perwali) yang mengaturnya.

“Sekarang ini kami masih menyimpan sekitar 500 kg botol penukaran tiket. Semuanya tercatat dengan baik. Kami tidak berani menjualnya. kalau pemkot mau mengambil silahkan” tegas Nurul.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa Bank sampah Induk yang diajak kerjasama oleh Pemkot Surabaya. Bank Sampah Induk yang diajak pemkot untuk penukaran botol plastik dengan tiket Bus Suroboyo ada sekitar 5 lokasi.

“Bahkan rencananya tidak hanya Bank Sampah Induk yang diajak bekerjasama, melainkan juga ditingkat unit” ujar Nurul.

Botol plastik yang ditukaran warga bervariasi bentuk dan jenisnya, Karenanya Nurul tidak bisa menaksir berapa nilai ekonomisnya kalau dijual.

Taruli wanita muda warga Pucang kecewa setelah niatnya untuk menukarkan botol plastik dengan tiket Bus Suroboyo ditolak pengelola Bank Sampah Induk Ngagel.

“Ini baru pertama kali mencoba. Saya tahunya bisa menukarkan disini dari sosmed. Tapi kenapa di sosmed tidak dijelaskan kalau sekarang tidak bisa” kata Taruli.

Taruli menyambut baik program pemkot Surabaya ini.

“Selama bisa diolah dengan baik ya bagus saja. Tapi kalau sampah ini numpuk ya tidak bagus” pungkasnya.KBID-DJI

Related posts

Gelar Reses, Ketua DPRD: Pembangunan Fisik Jadi Topik Utama Usulan Warga

RedaksiKBID

Dikenalkan kepada Kader, Mujiaman Jadi Warga Kehormatan PAN

RedaksiKBID

Minarak Brantas Gas Beri Santunan Anak Yatim dan Duafa Desa Kalidawir

RedaksiKBID