
KAMPUNGBERITA.ID – Menyikapi banyaknya protes dari wali murid terkait penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi, Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Saktu Buana menyatakan, kekecewaan orang tua wali murid Surabaya harus bisa termediasi dengan baik.
“Solusinya dengan menambah rombongan belajar (rombel) di sekolah-sekolah negeri,” katanya, Kamis (20/6).
Untuk bisa menggunakan sistem tersebut proses pendaftaran dan seleksi memakai nilai UN. Sehingga siswa-siswa berprestasi bisa bersaing mendaftar di sekolah terbaik.
Mantan Anggota DPRD Jatim ini juga meminta agar wali murid tidak menyudutkan Dinas Pendidikan Surabaya. Pasalnya penerapan sistem zonasi merupakan kebijakan pusat.
Hanya, Ia menilai belum siapnya sistem tersebut.”Karena sistem penerapan ini masih baru. Dan infrastruktur sekolah-sekolah juga butuh waktu untuk persiapan tersebut,” urai Wawali yang akrab disapa WS ini.
Politisi PDI Perjuangan Surabaya ini mengatakan memang untuk wilayah Kota Pahlawan ada penerapan kebijakan lintas zona.
Itu dilakukan dengan Tes Pembanding Akademik (TPA) maupun dengan pembanding nilai UN. Namun, adanya kuota PPDB diakui WS tidak hanya terjadi di Surabaya saja. Melainkan didaerah Jawa lainnya.
Ia berharap agar ada evaluasi dari Kemendikbud terkait hal tersebut.”Ini menjadi momentum bersama untuk instropeksi diri. Jangan selalu merasa benar, karena yang jadi korban adalah anak-anak bangsa kita sendiri,” katanya. KBID-DJI

