
KAMPUNGBERITA.ID – Polemik pelabelan warna ‘Merah Hati’ (sebelumnya hitam) untuk wilayah Kota Surabaya terkait persebaran pandemi Covid-19, sepertinya tidak bisa dianggap enteng oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur. Sebab pelabelan itu dinilai meresahkan warga Surabaya.
Hal ini diungkapkan anggota Komisi A DPRD Jatim, Ir Armuji. Menurut dia, seharusnya menetapkan pelabelan warna di wilayah terjangkit Covid-19 harus ada landasan Ilmiah dan dasar hukum yang jelas.
“Saya menilai pelabelan itu sangat politis dan tidak ada landasan ilmiah , Pak Dokter (Joni Wahyuhadi ) kan tinggal di Surabaya berarti juga melabeli dirinya sendiri,” ungkap dia, Jumat (5/6) malam.
Lebih jauh, Armuji menuturkan, dalam dua hari terakhir angka kesembuhan Kota Surabaya juga semakin meningkat. Pada Rabu (3/6), yang sembuh dari Covid-19 mencapai 240 orang. Selanjutnya, Kamis (4/6) yang sembuh 70 orang dengan total komulatif 610 orang.
” Setelah merah lalu hitam, Insya Allah setelah putih. Karena tenaga medis dan jajaran Pemkot Surabaya sudah bekerja optimal,” ungkap politisi senior PDI-P ini.
Untuk itu, mantan anggota DPRD Surabaya empat periode ini berharap agar seluruh stakeholder bisa bersinergi dalam menanggulangi pandemi Covid- 19 di Kota Surabaya.
“Saya raya Juni ini momentum lahirnya Pancasila , spirit gotong royong harus digelorakan ” tegas Cak Ji, panggilan Armuji. KBID-BE

