
KAMPUNGBERITA.ID – Bom bunuh diri terjadi di pintu pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya, pagi tadi. Polisi sudah melakukan identifikasi. Diketahui pelaku suami istri Tri Mulyono (50) dan Tri Ernawati (43) dengan menyertakan tiga anaknya.
Seorang anak Tri, AIS (7) selamat. Dia terlempar ketika bom itu meledak. Saat kejadian Tri menumpangi motor Honda Supra 125 CC warna merah kombinasi hitam dengan nomor polisi L 5539 G.
Selanjutnya, motor matic Honda Vario dengan nomor polisi L 6629 NF menyusul di belakang. Motor tersebut dikendarai DA (18) dan DS (14). Keduanya anak laki-laki dari Tri.
Keempatnya tewas. Sedangkan, AIS dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara guna menjalani perawatan. Dia diselamatkan oleh Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal.
Anak itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PHC Surabaya. Begitu pula dengan 4 polisi dan 6 warga sipil yang terluka langsung dirujuk ke rumah sakit.
Sementara usai kejadian, ada lima kantung jenazah yang dibawa polisi pasca bom bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). Sementara sebelumnya disampaikan hanya empat korban tewas saja dan semuanya adalah terduga pelaku atau bomber.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera memberi penjelasan. Tambahan satu kantung jenazah itu digunakan untuk mewadahi serpihan-serpihan tubuh pelaku yang bercecer.
“Jadi banyak yang tanya kenapa ada 5 kantung mayat itu. Satunya kami pakai untuk bagian tubuh yang tercecer,” jelasnya.
Sementara keempat lainnya, untuk bagian tubuh korban yang masih utuh.KBID-NAK

