KampungBerita.id
Headline Politik & Pilkada Teranyar

Terpilih Aklamasi, Musyafak Rouf Benahi Organisasi dan Bidik Pemilih Milenial

Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf saat memberi sambutan usai terpilih kembali.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Seperti diprediksi sebelumnya, politisi senior Musyafak Rouf akhirnya kembali memimpin DPC PKB Kota Surabaya periode 2021-2026. Pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Surabaya yang diikuti 31 PAC Se Surabaya, Minggu (7/3/2021), Musyafak Rouf, terpilih secara aklamasi.

Keberadaan Cak Syafak sebagai calon tunggal yang kemudian ditetapkan sebagai ketua DPC, disetujui oleh 31 PAC yang jadi peserta muscab.

Lantas apa langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan pasca terpilih, Cak Syafak, panggilan Musyafak Rouf, menyatakan dirinya akan membenahi organisasi lebih dulu, khususnya di tingkat PAC (pengurus tingkat kecamatan) dan Ranting (pengurus tingkat kelurahan). Ini agar PKB Surabaya bisa jaya kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi, lanjut dia, pada Pemilu 2024 mendatang ada ide atau usulan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya dan kalangan partai politik (parpol) ada tambahan dapil (daerah pemilihan) dari sebelumnya lima dapil menjadi tujuh dapil.

Rencananya dapil yang dipecah adalah dapil 3 dan dapil 5. Karena kedua dapil itu memiliki pemilih yangcukup besar.

“Sehingga kemungkinan besar dengan perolehan kemarin, kalau dihitung dengan pemecahan dapil, PKB saat ini sudah tujuh kursi. Kalau nanti penataan organisasi lebih dioptimalkan, PKB bisa mendapatkan 10-11 kursi pada Pemilu 2024 mendatang, tandas dia.

Apakah PKB akan mengusulkan penambahan dapil, Cak Syafak mengaku, PKB memang belum diminta pendapat. Namun setelah dilakukan simulasi, PKB lebih setuju dengan pemekaran dapil. Karena memang satu dapil, misalkan ada yang mencakup sembilan kecamatan. “Terus terang ini memang tidak logis. Selain terlalu gemuk juga tidak efektif untuk keterwakilan, ” tegas dia.

Lebih jauh, Cak Syafak yang pernah menjadi wakil ketua DPRD Kota Surabaya ini menuturkan, jika
saat ini PKB sedang membidik pemilih dari anak-anak muda zaman sekarang atau kalangan milenial.

Keberadaan mereka tak bisa diabaikan begitu saja. Sementara dari perhitungan pemilih, saat ini pemilih PKB masih pada posisi usia 35 tahun ke atas. Sedang dari kalangan milenial atau usia 20-35 tahun masih sangat minim.
” Makanya, mereka sangat penting untuk direkrut. Bahkan, yang jadi pengurus DPC, PAC maupun Ranting saat ini banyak dari kalangan milenial. Saya hanya mengarahkan saja,” ungkap dia.

Menanggapi terpilihnya Musyafak Rouf, Ketua PAC Asemrowo Hadi Suwarno berharap ketua terpilih segera melakukan penataan dan pembenahan organisasi di tingkat PAC maupun Ranting.
” Ya, saya ucapkan selamat buat Cak Syafak. Sampai saat ini memang belum ada kader yang kemampuannya selevel dengan Cak Syafak. Sulit cari figur di DPC yang memiliki kinerja seperti Cak Syafak, ” tandas dia.

Menurut Hadi Suwarno, loyalitas Cak Syafak di PKB tak bisa diragukan lagi. Namun demikian, tugas berat sudah menghadang di depan mata, yakni memenangkan Pemilu 2024 dan mendukung Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) sebagai Capres 2024.

Pada Pemilu 2014, PKB Surabaya memperoleh 119.741 suara. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada Pemilu 2019 menjadi 153.509 suara. Jadi ada tambahan 28,2 persen atau 33.768 suara.
“Hanya saja jumlah suara itu ketika dikonversi hanya mendapat lima kursi di DPRD Surabaya. Saya yakin, ke depan target 10 kursi bisa tercapai jika semua bekerja keras, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

23 Bangunan Liar di Jl Kedungbanteng Sidoarjo Dirobohkan

RedaksiKBID

Bersinergi Di Bidang Hukum Perdata Dan Tata Usaha Negara, Pemkab Dan Kejari Bojonegoro Teken MOU

RedaksiKBID

Pemkot Surabaya Fasilitasi Perekaman KTP Elektronik 539 ODGJ di Liponsos Keputih

RedaksiKBID