KampungBerita.id
Headline Matraman Teranyar

Tertimbun Material Tanah Longsor, Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh

Material longsoran menutup akses jalan Pacitan-Ponorogo

KAMPUNGBERITA.ID – Jalur utama yang menghubungkan Pacitan-Ponorogo kembali lumpuh tertimbun tanah longsor. Titik longsor terjadi di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. “Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasi longsor ada di tanah Perhutani petak 66 RPH Guyangan, BKPB Ponorogo Barat,” ujar Syamsul, salah seorang relawan RAPI, Minggu (25/2).

Akibat peristiwa tersebut, jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut tak bisa dilalui semua kendaraan. Sementara waktu arus lalu-lintas dialihkan melalui jalan Desa Tugurejo. Sedangkan kendaraan besar tidak bisa melintas. Sejumlah personel TNI/Polri bersama warga masih melakukan proses evakuasi semampunya agar jalur bisa segera kembali dilalui kendaraan.

Proses pembersihan jalur km 22 Ponorogo-Pacitan yang tertutup longsor memakan waktu 2-3 hari. Sebab, material longsor yang menutup jalan dipenuhi batu besar.
Menurut Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi, pembersihan dengan alat berat membutuhkan waktu 2-3 hari.
“Mengingat banyaknya material longsor disertai batu besar,” tuturnya.

Suryo menambahkan, pembersihan baru bisa dilakukan jika hujan sudah reda. Karena saat ini wilayah Slahung masih dilanda hujan. “Mengingat cuaca di sini hujan dan material longsor panjangnya 80 meter dan tinggi longsor mencapai 25 meter setidaknya membutuhkan waktu 2-3 hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Resort Polisi Hutan Guyangan, Darwitono saat ditemui menambahkan, diduga karena adanya aliran air sela batu tebing menjadi pemicu longsor. Material longsor selain tanah juga membawa pohon pinus yang merupakan tanaman milik Perhutani. “Akibat kejadian ini kami mengalami kerugian tanah dan batang,” tukasnya.

Hingga saat ini, jalur km 22 Ponorogo-Pacitan belum bisa dilalui kendaraan. Pasalnya, material longsor masih menutupi jalan dan belum dibersihkan. Mengingat kondisi cuaca di Kecamatan Slahung masih hujan deras sehingga rawan longsor susulan.

Bahkan akibat kejadian ini longsor juga mengancam 13 KK yang berada tepat di bawah jalur utama km 22 jalur Ponorogo-Pacitan. Sejumlah warga mengaku waspada dan bersiap mengungsi jika sewaktu-waktu diperlukan.KBID-PCT

Related posts

Antisipasi Virus Corona, Pemkot Surabaya sudah Koordinasi dengan Imigrasi

RedaksiKBID

Tepat HUT RI ke-73, Bayi Adovo jadi Penghuni Baru Taman Safari Prigen

RedaksiKBID

Panasi Mesin Politik, Demokrat Surabaya Gelar Konsolidasi

RedaksiKBID