KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Surabaya Teranyar

Untuk Kelancaran Pemecahan Rekor MURI, Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya Gelar Istigasah di Malam Satu Suro

 

Jelang pemecahan rekor MURI, Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya menggelar istigasah dan doa bersama sebagai ikhtiar untuk kelancaran kegiatan spektakuler tersebut.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Surabaya menggelar Istigasah dan doa bersama di halaman Kantor Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Jalan Karah Agung 49, Senin (15/6/2026) malam atau malam 1 Suro. Kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendukung kelancaran pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Sabtu (20/6/2026) mendatang.

“Semoga dalam bermunajat dan ikhtiar yang kita lakukan membawa kelancaran bagi pelaksanaan pemecahan rekor MURI dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Jadi, kita enggak boleh hanya ikhtiar tanpa doa. Makanya pada kesempatan yang istimewa ini (malam satu Suro) kami lakukan istigasah,”ujar Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya, Hj. Siti Mariyam

Dia mengatakan, pihaknya terus mematangkan persiapan untuk pemecahan rekor MURI, yakni gerakan membasuh kaki orang tua. Kegiatan ini ditargetkan melibatkan lebih dari 120.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, Prasiaga, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Selain itu, 65.000 peserta akan mengikuti Semapur Garuda.

Hj. Siti Mariyam menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar euforia. tapi juga untuk membangkitkan semangat kepramukaan serta memperkuat pendidikan karakter generasi muda.“Ini panggilan jiwa. Dulu nenek moyang perang lawan Belanda, sekarang kita perang lawan narkoba. Kalau Pramuka diam, siapa yang membentengi anak-anak?”tegas dia disela-sela Istigasah.

Menurut dia, inti kegiatan adalah “basuh kaki orang tua” sebagai penguatan adab dan etika kepada orang tua. Pramuka bukan hanya soal keterampilan tetapi juga pendidikan moral, etika, kedisiplinan, dan kemandirian.

Anggota DPRD Kota Surabaya ini mengungkapkan, respons masyarakat terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Bahkan, saat gladi basuh kaki yang di-share ke ruang publik sudah memicu gelombang haru. “Handphone (HP) saya sampai rusak. Responsnya, ya Allah kenapa kegiatan ini baru sekarang, kenapa nunggu tanggal 20?’ Padahal belum jalan, tapi sudah nangis semua,”beber dia

Guna menyukseskan kegiatan spektakuler tersebut, lanjut Hj. Siti Mariyam, pihaknya menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, Kecamatan, Kelurahan, Lembaga Pendidikan (Sekolah), Perguruan Tinggi hingga masyarakat umum.
Menurut dia, semangat gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan yang akan dilakukan secara serentak di berbagai titik di Kota Surabaya ini. “Kami melibatkan banyak elemen masyarakat. Ini bukan kegiatan yang memiliki kepentingan tertentu, melainkan gerakan sosial dan pendidikan karakter untuk anak-anak kita,” tegas dia.

Hj Siti Mariyam yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini menegaskan seluruh logistik digalang gotong royong. Pak Camat diminta koordinasi ke lurah untuk tenda, panggung, sound system, dan aqua. “Kami tidak minta Balai Kota tanggung semua. Ini momen menanamkan rasa tanggung jawab dan peduli,” tutur dia.

Dia juga menampik isu tendensi politik. “Murni muridnya. Saya hadir sebagai pembina, bukan cari suara,”tegas dia.

Siti Mariyam juga mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya yang telah memberikan respons positif terhadap program tersebut. Bahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakilnya Armuji akan hadir, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani. Dia menilai keterlibatan Pemkot Surabaya penting untuk memperkuat gerakan pendidikan karakter yang menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.

Di balik megahnya rekor, Siti Mariyam menyorot masalah kronis, Pramuka SMA kian ditinggal karena kegiatan monoton dan minim fasilitas. Lapangan sekolah dipakai parkir, kegiatan luar kota terhalang biaya, bumi perkemahan tidak ada. “Anak-anak ditanya ‘senang Pramuka?’ Jawabnya ‘nggak, monoton’. Kalau sudah ditinggal, mau ke mana kita? Daerah lain punya bumi perkemahan, Surabaya belum punya,” jelas dia.

Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya, Hj. Siti Mariyam (tengah) bersama pengurus.@KBID-2026.

Pasca MURI, target Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya jelas, Pemkot Surabaya harus menyediakan bumi perkemahan yang representatif untuk menunjang pembinaan dan pengembangan kegiatan Pramuka secara berkelanjutan. Opsi yang diajukan, area Warugunung dan  Gelora Bung Tomo (GBT) Benowo. “Yang kita lakukan tidak euforia atau pemecahan rekor semata. Targetnya anak aktif lagi dan punya rumah pembinaan. Itu pencegahan terbaik dari narkoba dan kenakalan,” pungkas Siti Mariyam seraya menambahkan keberadaan bumi perkemahan akan menjadi salah satu faktor penting dalam membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap Pramuka yang belakangan mulai mengalami penurunan.

Sementara jika lolos verifikasi, rekor 120.000 peserta ini akan memecahkan rekor nasional sebelumnya yang hanya 10.000-26.000 peserta. “Ini sejarah. Sepuluh tahun ke depan belum tentu ada yang mampu,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Komisi B DPRD Bojonegoro Terima Pengaduan Warga Terkait Air Irigasi

DJUPRIANTO

PWI Pusat Terbitkan Surat Edaran Larangan Rangkap Jabatan di Struktur PWI

Baud Efendi

KKP Kelas I Surabaya Terjunkan Alat Deteksi Suhu Tubuh, Pantau Virus Corona

RedaksiKBID