KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Surati Petinggi Demokrat, SBY Keberatan dengan Konsep Kampanye Akbar, DK Demokrat: Kampanye Berhasil, Tidak Eksklusif

Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

KAMPUNGBERITA.ID – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengirim surat ke tiga petinggi partainya. Presiden ke enam itu menyoroti konsep kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Stadion Gelora Bung Karno.

“Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif,” seperti dikutip merdeka.com dalam surat, Minggu (7/4).

Surat itu ditujukan kepada Ketua Wakil Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan dan Sekjen Hinca Panjaitan.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membenarkan surat SBY yang menyoroti rundown acara kampanye akbar Prabowo-Sandi.

“(Benar) surat itu dikirim ke tiga kader utama, wanhor, sekjen dan waketum. Menyampaikan karena Pak SBY dapat laporan terkait dengan rundown acara bahwa seolah-olah acara itu terdesain seperti milik umat Islam saja atau bahkan diidentikkan dengan khilafah,” kata Ferdinan melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/4).

Sementara Ketua Dewan Kehormatan (DK) Demokrat Amir Syamsuddin menilai, kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di GBK, Senayan, Minggu (7/4) berjalan sukses. Meskipun awalnya, sang ketua umum Demokrat SBY tak setuju konsep kampanye akbar.

Amir mengatakan, surat SBY kepada dirinya dan Syarief Hasan serta Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan untuk mencegah terjadinya polarisasi di antara rakyat Indonesia karena pertarungan Pilpres 2019. Dia menjelaskan, SBY tak ingin kampanye akbar berjalan ekslusif hanya untuk kelompok tertentu saja.

Amir mengaku tak tahu konsep dasar kampanye akbar Prabowo-Sandi sehingga diprotes oleh SBY. Tapi, dia merasa, pesan SBY itu sebagai pengingat, bukan berarti awalnya dalam kampanye akbar, Prabowo-Sandi tak melibatkan tokoh lintas agama.

“Ini sebagai pengingat, karena selama ini tidak pernah terpublikasi rencana atau ada tidaknya saudara kita dari golongan minoritas (di dalam kampanye Prabowo-Sandi), jadi ini bukan tidak ada dilibatkan, tapi itu sebagai pengingat, kata eksklusifisme yang kita cegah, Alhamdulillah itu diwujudkan,” jelas Amir.

Amir belum berkomunikasi lagi dengan SBY setelah kampanye akbar Prabowo-Sandi dilakukan. Dia tak tahu SBY puas atau tidak melihat kampanye pagi tadi.
Tapi secara pribadi dia menilai, kampanye akbar Prabowo-Sandiaga sukses. Menurut dia, Prabowo mampu menetralisir kekhawatiran terbelahnya rakyat Indonesia dengan melibatkan tokoh lintas agama dalam kampanye tadi.

“Saya belum berkomunikasi lagi (dengan SBY), tapi kalau saya sendiri melihat saya kira rata-rata perasaan kita sebagai manusia yang wajar saya kira kita bisa menerima itu sebagai satu kampanye akbar yang telah berhasil tidak ekslusif dan tetap menjaga keutuhan bangsa kita,” tambah Amir.
Terkait dengan kampanye akbar yang di awali dengan Salat Subuh berjemaah, Amir melihat hal itu wajar. Sebab, kampanye dimulai pada Pukul 07.00 WIB sehingga masyarakat datang sebelum subuh untuk mengisi luasnya GBK.

“Karena untuk mengisi GBK memerlukan waktu, kampanye dengan banyak orang berada di lokasi saat kewajiban salat Subuh bukan bagian kampanye, tapi kewajiban umat Islam untuk melakukan. Jadi enggak usah dicampuradukan keawajiban ibadah, dengan kampanye ya. Kampanye dimulai jam 7 sampai jam 9 bubar karena diberikan waktu sampai jam 10, masuk mulai sebelum subuh, itu karena lokasi GBK besar tentu mengisi setiap kursi sudut terisi dengan baik tentu memerlukan waktu,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat tersebut.

Sekali lagi, Amir menegaskan, surat SBY tersebut hanya sebagai pengingat agar kampanye akbar Prabowo-Sandiaga tak meruncing terbelahnya rakyat Indonesia hanya karena Pilpres 2019. Sebab, nuansa itu sudah terasa beberapa hari sebelum Prabowo-Sandi menggelar kampanye akbar. KBID-NAK

Related posts

Hutan Kota Jadi Prioritas Whisnu Dalam Pembangunan Surabaya Barat

RedaksiKBID

Caleg DPRD Surabaya dari Koalisi Indonesia Maju Satukan Gerak dan Irama Menangkan Prabowo-Gibran

Baud Efendi

Diwaduli Paguyuban Warung Kopi, Emil Dardak Tawarkan Solusi

RedaksiKBID