KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Jeje, Legislator Termuda dari PAN Bawa Misi Pemberdayaan Milenial

Juliana Eva Wati.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – KPU Kota Surabaya baru saja menetapkan 50 anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024. Dari puluhan anggota dewan baru tersebut, Juliana Eva Wati politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi yang termuda.

Lajang kelahiran 1993 ini menjadi anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 termuda dari daerah pemilihan (Dapil) 2 nomor urut 2.

Di usianya yang relatif muda, Jeje, sapaan karibnya yang Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya mampu bersaing dengan politisi senior lainnya untuk merebut satu kursi di legislatif.

Maklum saja, meski masih muda, Jeje memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng. 2017 silam, di kampus yang sama menyandang gelar magister kenotariatan (M.Kn). “Saya lulus jurusan hukum 2014, kemudian M.Kn nya 2017 di Unair semua,” ujarnya.

Ning Juliana, panggilannya di kalangan konstituennya, baru tahun 2018 kemarin mencoba bersaing menjadi calon legislatif (caleg). Dan keberuntungannya berpihak kepadanya, meski baru satu kali, Ning Juliana bisa mengamankan satu kursi untuk PAN.

‘Saya baru nyaleg pertama kali dapil 2 Surabaya nomor urut 2,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap organisasi dimulai saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Ning Juliana menjadi salah satu pengurus BEM Fakultas Hukum dengan menjabat sebagai Badan Legislatif Mahasiswa (BMH).

Kesukaan dalam berorganisasi semakin lengkap dengan kegemarannya hidup bermasyarakat dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial. Dalam berpolitik, Ning Juliana meneruskan jejak ayah kandungnya, H. Jufri yang sejak sekitar 2001 menjadi kader partai politik (parpol).

Salah satu motivasnya dalam berpolitik adalah ingin mengembangkan dan memberdayakan kalangan milenial. Anak muda Surabaya harus mendapatkan perhatian dari pemerintah agar perkembangannya terarah.

Selain kalangan milenial, perempuan yang tinggal di Sukomanunggal ini juga akan fokus kepada masalah-masalah perempuan. Karir perempuan tidak hanya menjadi ibu rumah tangga (IRT), tapi juga bisa berkarir di wilayah publik.

“Perempuan ngak hanya jadi ibu rumah tangga, kita kembangkan ibu-ibu. Di dapil saya banyak juga ibu-ibu yang bisa berkembang meski dari rumah,” ucapnya. KBID-DJI

Related posts

Komisi B DPRD Surabaya Bersama Pemkot Kebut Upaya Tukar Guling Aset

RedaksiKBID

Reses Pertama, Bang Jo Kenalkan Fungsi dan Wewenang DPRD ke Masyarakat

Baud Efendi

Tiga Bulan Air PDAM di Kandangan Surabaya Macet, Warga Kelimpungan

RedaksiKBID