
KAMPUNGBERITA.ID-Kapasitas produksi sapi potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangun perlu ditingkatkan lagi. Karena
sejak beroperasi pada 1 Juni 2026, baru memotong 50 ekor sapi per malam.
Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho ketika dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026) sore mengaku, jika operasional di Tambak Osowilangun sudah berjalan sangat baik dan lancar. “Semuanya berjalan lancar, pemotongan, distribusi daging lancar tidak ada masalah,” ujar Fajar.
Meski secara keseluruhan operasional RPH Tambak Osowilangun berjalan lancar, lanjut Fajar, namun sarana dan prasarana (sarpras) masih perlu ada pembenahan dan menyesuaikan dengan situasi. “Kita harus evaluasi terus operasionalnya, ”ungkap Fajar.
Untuk kapasitas produksi, jelas Fajar, saat ini baru 50 ekor sapi per malam dari target sekitar 159 ekor sapi. “Yang 50 ekor dipotong di RPH Tambak Osowilangun, dan nanti sekitar 25 ekor di Kedurus. Daging yang di Tambak Osowilangun ini yang masuk ke pasar daging Arimbi, dan beberapa pasar tradisional juga ada,” beber dia.
Yang menjadi permasalahan, lanjut dia, adalah pasokan sapi yang saat ini harganya cukup mahal, sehingga para tukang jagal juga harus menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan sapi.
Fajar menyebut, RPH hanya penyedia jasa potong, bukan pemilik, sehingga hanya mengoptimalkan pemotongan saja. “Tapi kalau mau motong lebih maksimal ya tidak apa-apa,” tandas dia.
Terkait sarpras, Fajar dengan blak-blakan menegaskan, kalau soal ketersediaan air sudah aman. Tinggal masalah elevasi lantai yang masih terjadi genangan air. RPH sendiri, lanjut dia, setiap malam sudah menyiagakan tiga pegawai bagian kebersihan untuk membersihkan darah sapi pasca penyembelihan. “Jadi, memang perlu ada pembenahan elevasi lantai sehingga genangan darah limbah sapi ini bisa langsung keluar. Itu saja,” ungkap Fajar. KBID-BE
