KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Surabaya Teranyar

Musyafak Rouf: Persatuan Bukan Tugas Satu Daerah, tapi Kewajiban Seluruh Indonesia

Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Ketua DPRD Jatim, Drs. H. M. Musyafak Rouf menegaskan, bahwa semangat menjaga persatuan bukan hanya tugas satu daerah, melainkan kewajiban seluruh bangsa Indonesia. “Saya kira seluruh Indonesia harus punya sikap yang sama. Persatuan dan kesatuan NKRI ini harus kita jaga bersama. Namun Jawa Timur ini yang berinisiatif, mendahului, membuka dialog dengan semua lapisan masyarakat,” ujar dia.

Musyafak menambahkan, inisiatif ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dan instansi terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat di Jawa Timur. Kondisi saat ini sangat membutuhkan ruang dialog terbuka antara pemerintah, elemen masyarakat, serta pihak-pihak yang memiliki gagasan untuk perbaikan bersama.

Terkait maraknya isu yang berkembang di media sosial termasuk soal bendera setengah tiang, Musyafak Rouf mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dan dewasa dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Siapa saja bisa membuat konten di medsos, dan hal seperti ini memang sedang marak. Masyarakat harus dewasa. Apa yang tersebar di media sosial bisa berdampak langsung pada NKRI, padahal kita sangat membutuhkan ketenangan dan persatuan yang terus dijaga,” tegas dia.

Dia juga memuji langkah Kapolda Jatim bersama Forkompimda, termasuk Gubernur Jatim, dan berharap upaya ini dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat Polres dan Polsek di seluruh Jawa Timur.

Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota memiliki keragaman suku, budaya, dan karakter masyarakat. Ada yang berwatak tegas, ada yang santun, dan semua itu harus dijaga agar saling menghormati serta berdialog demi kebersamaan.”Kita ini tidak hanya Maluku, tidak hanya Jawa Timur atau daerah lain namun kita adalah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, sesuai UUD 1945 dan Pancasila, dari suku dan daerah mana pun kita adalah satu,” tegas dia.

Musyafak menekankan bahwa kerukunan tidak bisa ditawar lagi dan NKRI adalah harga mati. Semua warga negara harus diperlakukan sama oleh pemerintah tanpa membedakan latar belakang.
“Marilah kita jaga bersama kerukunan, ketertiban, dan persatuan. Kita butuh ruang dialog dan musyawarah, itulah nafas dan prinsip bangsa Indonesia. Mari kita jaga kebaikan bersama, saling bertoleransi, meski berbeda suku, bahasa, dan daerah,” pesan dia

Dialog Kebangsaan ini diharapkan menjadi langkah nyata menjadikan Jawa Timur sebagai barometer kerukunan sekaligus inisiator persatuan nasional. Di tengah arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat dan dihidupkan kembali melalui dialog yang damai dan musyawarah untuk mufakat.KBID-BE

Related posts

Percepat Herd Immunity, 20.000 Warga Ikuti Vaksinasi Dosis ke 2 di Makodam V Brawijaya

RedaksiKBID

Cegah Penyebaran Covid-19 Wilayah Mojokerto Disemprot Disinfektan, Bupati: Semoga Pandemi Corona Cepat Selesai

RedaksiKBID

Dapat Remisi Bebas, Warga Binaan Rutan Bangil Sujud Syukur di Alun-Alun

RedaksiKBID